Bertolak ke Jepang, Pekerja Migran: Fokus Menguasai Bahasa
- 28 Sep 2026 20:02 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Disela pelepasan 28 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Garut yang menerima beasiswa dari Pemerintah Jepang dan akan berangkat untuk menempuh studi dan bekerja di Jepang.
Salah satu perwakilan PMI asal Kecamatan Cikelet, Aisha, mengaku bersyukur dan antusias menyambut kesempatan emas ini. Sebelum diberangkatkan, ia dan rekan-rekannya telah menjalani persiapan matang berupa pelatihan bahasa, kebudayaan, serta keterampilan keperawatan selama berbulan-bulan.
"Pelatihannya dua bulan lebih, bulan Desember sudah kembali kesini. Untuk saya sekolah dulu baru kontrak kerja, di bidang perawatan lansia (Ditempatkan) Macam-macam sih, ada yang di rumah sakit, ada yang di panti jompo, ada yang di day care. Saya di Kota Higashikawa Hokaido Jepang," katanya, di Garut, Senin, 28 Setember 2026.
Ia menjelaskan bahwa perjalanannya ke Jepang melibatkan kombinasi sekolah bahasa selama satu tahun, sekolah keahlian selama dua tahun, dan kontrak kerja 5 tahun dengan total durasi mencapai 8 tahun." Kami berharap pengalaman dan ilmu yang didapatnya di Jepang kelak dapat bermanfaat bagi masyarakat luas sekembalinya ke tanah air," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Sakur mengatakan langkah tersebut sebagai upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat." Tentu saja pelepasan migran ini merupakan upaya untuk memperluas lapangan pekerjaan khususnya diluar negeri," katanya.
Ia menyampaikan, bahwa pengiriman PMI ke luar negeri merupakan salah satu strategi taktis Pemkab Garut yang bekerja sama dengan Pemerintah Jepang untuk menghadapi tantangan bonus demografi. "Setiap tahunnya, Garut kedatangan puluhan ribu pencari kerja baru yang masuk ke pasar tenaga kerja," ujarnya.
"Kita ini kan mengalami bonus demografi, di satu sisi banyak anak-anak muda kita. Tapi di sisi lain juga kesempatan kerja di kita juga terbatas. Kami sampaikan kan tiap tahun kita lahir banyak pilihan ribu, dan kita tahun 2018 seingat saya itu 54 ribu, sekarang 42 ribu. Berarti apa? Tiap tahun ada penambahan orang masuk lapangan kerja kurang lebih 40 sampai 50 ribu," ucapnya.
Melalui pelepasan ini, Pemkab Garut berharap sinergi dengan berbagai kementerian dan pemangku kepentingan terus terjalin, guna membuka lebih banyak akses kerja global yang aman, legal, dan berkualitas bagi generasi muda Garut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....