Potensi PHK Meningkat, Disnaker Kota Perkuat Pelatihan Berbasis Industri

  • 15 Jul 2026 16:47 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung memperkuat program pelatihan kerja berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri. Langkah ini dilakukan sebagai strategi menghadapi potensi meningkatnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja.

‎Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan pelatihan yang diberikan harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri agar lulusan pelatihan memiliki peluang lebih besar untuk terserap di dunia kerja.

‎"Pelatihannya harus berbasis kompetensi sesuai kebutuhan industri. Jangan sampai pelatihannya ke mana, sementara kebutuhannya ke mana," ujar Yayan, Rabu 15 Juli 2026.

‎Ia mengungkapkan, jumlah PHK di Kota Bandung terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data sementara, hingga Juni 2026 jumlah pekerja yang terdampak PHK telah mencapai sekitar 1.500 orang.


‎Menurutnya, kondisi ekonomi global, termasuk kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat dan berbagai dinamika internasional, menjadi faktor yang turut memengaruhi dunia usaha sehingga pemerintah harus menyiapkan langkah antisipasi.

‎Untuk itu, Disnaker membagi pola pelatihan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Pelatihan dasar seperti memasak, tata boga, hingga pangkas rambut dengan durasi 7–10 hari akan dilaksanakan oleh masing-masing OPD. Sementara pelatihan berbasis kompetensi yang dibutuhkan industri menjadi fokus Disnaker Kota Bandung.

‎Selain pelatihan, Disnaker juga akan meningkatkan program padat karya. Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak PHK, tetapi juga memberikan manfaat bagi penataan lingkungan dan infrastruktur kota.

‎Di sisi lain, Disnaker terus memperluas program magang bekerja sama dengan berbagai sektor usaha, seperti industri perhotelan, kafe, restoran, hingga sektor jasa lainnya. Peserta yang memenuhi persyaratan akan mengikuti magang selama dua hingga tiga bulan dalam kelompok kecil agar peluang diserap sebagai pekerja tetap semakin besar.


‎Selama mengikuti magang, peserta memperoleh bantuan transportasi sebesar Rp175 ribu, konsumsi, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

‎"Sebagian besar peserta yang magang akhirnya diserap oleh industri. Ada juga yang setelah selesai magang memilih membuka usaha sendiri," katanya

‎Tak hanya menyiapkan tenaga kerja untuk pasar domestik, Disnaker Kota Bandung juga memperluas peluang kerja ke luar negeri. Menurut Yayan, sejumlah negara seperti Jepang saat ini masih membutuhkan banyak tenaga kerja di sektor caregiver, perhotelan (hospitality), manufaktur, dan bidang lainnya.

‎Karena itu, Disnaker mengubah pola pelatihan dengan menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Masyarakat yang telah menyatakan kesiapan bekerja di luar negeri akan mendapatkan subsidi pelatihan, termasuk pelatihan bahasa Jepang.

‎"Kalau dulu sudah dilatih bahasa Jepang, ternyata banyak yang akhirnya tidak jadi berangkat karena tidak mendapat izin keluarga. Sekarang masyarakat mendaftar melalui LPK, yang sudah siap berangkat akan kami subsidi pelatihannya," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....