Sempat Viral, PMI Unprosedural Akhirnya di Jemput Pulang

  • 13 Jul 2026 21:40 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cianjur- Ai Juariah (48) Pekerja Migran Indonesia (PMI) warga Ciranjang selama bekerja di Libya 14 bulan yang berangkat secara unprosedural, akhirnya tiba di Cianjur setelah dilakukan penjemputan oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat, serta aparat kepolisian. Ai Juariah tiba di kabupaten cianjur diterima bupati, kapolres, didampingi kasat reskrim dan kepala BP3MI Jawa Barat, Senin 13 Juli 2026.

Kepulangan PMI asal cianjur yang sempat sempat viral itu karena video tangisannya meminta tolong kepada Presiden Prabowo dan Gubernur Dedi Mulyadi itu disambut langsung oleh Bupati Cianjur, Muhammad Wahyu, di Pendopo Cianjur sekitar pukul 09.00 WIB.

Ai Juariah tiba di pendopo didampingi oleh perwakilan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat, serta aparat kepolisian.

Di hadapan Bupati dan jajaran pejabat yang Ai Juariah mencurahkan kepedihan yang dialaminya selama bekerja di negara yang sedang dilanda konflik tersebut, kerap berpindah majikan, ditelantarkan, hingga menjadi korban kekerasan fisik.

"Saya sudah kerja di sana setahun lebih, berkali kali pindah majikan pernah sampai diabaikan, tidak dikasih makan, dan sempat mengalami tindak kekerasan. Dari banyak video yang saya unggah ke media sosial, yang terakhir akhirnya ditanggapi," ujar Ai dengan mata berkaca-kaca, Senin 13 Juli 2026.

Proses Penjemputan, Ai mengaku langsung dijemput oleh pihak agensi di Libya sebelum akhirnya diterbangkan ke Indonesia. Sehingga, Ia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga kepolisian yang telah membantunya lepas dari penderitaan.

Pada kesempatan yang sama bupati cianjur Wahyu Ferdian mengungkapkan, bahwa situasi geopolitik Libya yang sedang mengalami dualisme pemerintahan menjadi tantangan terbesar dalam proses pemulangan.

"Ini proses yang cukup memerlukan perhatian khusus, karena warga kami di Cianjur yang menghadapi masalah agak terkendala karena adanya konflik di sana," jelas dr. Wahyu.

Wahyu menegaskan agar kasus ini menjadi yang terakhir. "Kita harap tidak ada Bu Ai selanjutnya. Khusus Bu Ai, kami harap bisa kembali berbahagia berkumpul dengan keluarga,"pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....