Pemkot Bandung Perkuat Legalitas Aset Pasar Baru
- 21 Sep 2026 16:42 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat pengelolaan Pasar Baru, termasuk memastikan legalitas aset sebagai dasar untuk menjalin kerja sama dengan mitra strategis.
Dari total 37 aset Pasar Baru, sebanyak 14 aset sebelumnya belum memiliki bukti kepemilikan. Saat ini, proses legalitas tersebut terus dilakukan dan tersisa dua aset yang masih dalam proses di Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Dengan kepastian hukum terhadap aset, Pemkot Bandung berharap pengelolaan Pasar Baru dapat dilakukan secara lebih transparan serta membuka peluang kerja sama dengan mitra strategis.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, keberadaan Bandara Husein Sastranegara yang kembali beroperasi harus diikuti dengan langkah nyata untuk menggerakkan aktivitas ekonomi, termasuk menghidupkan kembali perdagangan di Pasar Baru.
"Setelah bandara beroperasi, tidak ada keajaiban yang datang sendiri. Kita harus merencanakan langkah nyata. Saya sedang berupaya membuka penerbangan langsung dari Don Muang, Thailand ke Bandung," ujar Farhan, Senin 21 September 2026.
Menurutnya, Pemkot Bandung juga tengah mempelajari konsep di Thailand yang dinilai memiliki sejumlah konsep perdagangan yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan Pasar Baru.
Konsep tersebut antara lain menyediakan barang berkualitas dengan harga grosir, layanan pendukung perdagangan seperti kargo, serta berbagai fasilitas yang dapat menunjang aktivitas wisata dan perdagangan.
"Kita juga melihat peluang dari kegiatan warga. Setelah acara lari tanpa klakson, tempat pangkas rambut dan pijat ramai dikunjungi. Ini menunjukkan potensi ekonomi kreatif yang bisa kita kembangkan," katanya.
Farhan menegaskan, pertumbuhan ekonomi tidak terjadi secara otomatis, tetapi membutuhkan kerja keras dan perencanaan yang berkelanjutan. Pemerintah Kota Bandung menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada akhir tahun.
"Tidak ada keajaiban ekonomi, semuanya adalah hasil kerja keras. Target pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun adalah 6 persen," ucapnya.
Khusus untuk Pasar Baru, Farhan mengatakan prioritas utama saat ini adalah mengembalikan aktivitas perdagangan agar kembali bergerak.
"Kembali ke Pasar Baru, prioritas utama adalah menggerakkan kembali roda perdagangan. Sebelum hal lain, dagangan harus berputar. Inilah yang dilakukan Bapak dan Ibu sekalian," katanya.
Ia menambahkan, pemerintah akan memberikan dukungan melalui pembenahan infrastruktur dan konektivitas kawasan perdagangan serta pariwisata.
Pada 2026, sejumlah jalur wisata seperti Jalan Riau, Cihampelas, dan Dago menjadi bagian dari pembenahan infrastruktur. Sementara jalur utama seperti Jalan Ahmad Yani, Asia Afrika, dan Sudirman akan dilayani melalui sistem Bus Rapid Transit (BRT).
"Untuk tahun 2027, fokus pembenahan akan diarahkan ke jalur-jalur penunjang perekonomian, termasuk kawasan Pecinan Lama, Pasar Utara, Pasar Selatan, dan sekitarnya," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....