DLH Bandung Ingatkan Warga Waspadai Pembakaran Sampah saat Musim Kemarau

  • 18 Sep 2026 08:55 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas pembakaran sampah, terutama saat musim kemarau. Pembakaran sampah yang tidak terkendali dinilai berpotensi menimbulkan asap dan memengaruhi kualitas udara di lingkungan sekitar.

‎Sekretaris DLH Kota Bandung, Dadang Setiawan, mengatakan masyarakat tidak boleh menganggap pembakaran sampah sebagai aktivitas yang aman dan tanpa dampak terhadap lingkungan.

‎“Jangan menganggap sampah itu aman untuk dibakar. Kalau sudah terbakar dan menimbulkan dampak, akibatnya bisa lebih besar,” ujar Dadang, jumat 18 September 2026.

‎Menurut Dadang, kualitas udara menjadi persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian bersama karena berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat. Setiap orang membutuhkan udara untuk bernapas sepanjang waktu, sehingga kualitas udara perlu dijaga secara berkelanjutan.

‎“Setiap hari kita bernapas, 24 jam dalam sehari, sepanjang hidup kita. Karena itu, kualitas udara menjadi sesuatu yang sangat penting,” ucapnya.

‎Ia menjelaskan, kualitas udara di kawasan perkotaan dipengaruhi berbagai faktor. Selain emisi kendaraan bermotor, pencemaran udara juga dapat berasal dari aktivitas pembakaran, termasuk pembakaran sampah yang dilakukan secara tidak terkendali.

‎Dadang mencontohkan penanganan kejadian kebakaran yang melibatkan material sampah di salah satu lokasi di Kota Bandung. Peristiwa tersebut sempat memberikan dampak terhadap lingkungan sekitar sehingga membutuhkan penanganan secara bersama-sama oleh sejumlah unsur terkait.

‎“Ketika terjadi pencemaran, kita harus bersama-sama menanganinya. Tidak bisa hanya satu perangkat daerah,” katanya.

‎Menurutnya, persoalan kualitas udara tidak dapat ditangani secara parsial. Diperlukan sinergi lintas perangkat daerah karena pengendalian pencemaran udara berkaitan erat dengan berbagai aspek lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau, hingga pengendalian aktivitas yang berpotensi menghasilkan emisi.

‎“Bagaimana kita mengatasi dampak lingkungan yang terjadi. Kualitas udara ini menjadi bagian penting dari kualitas lingkungan kita,” ucapnya.

‎Sementara itu, Kepala Bidang PPKLH DLH Kota Bandung, Fiziarita, mengatakan pengelolaan kualitas udara perkotaan membutuhkan dukungan basis data yang kuat dan akurat.

‎Menurutnya, upaya menekan emisi tidak akan berjalan optimal tanpa pemetaan sumber pencemar yang jelas serta pemantauan konsentrasi udara ambien secara berkala.

‎“Sosialisasi ini dilaksanakan untuk membangun pemahaman yang selaras antarperangkat daerah mengenai dinamika beban emisi dan kualitas udara Kota Bandung,” jelasnya.

‎Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menyosialisasikan profil dan inventarisasi emisi serta status kualitas udara Kota Bandung kepada para pemangku kepentingan.

‎Selain itu, para peserta mendapatkan wawasan teknis mengenai metodologi pemantauan kualitas udara serta karakterisasi berbagai sumber pencemar.

‎Fiziarita berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat koordinasi, sinergi, dan integrasi program lintas perangkat daerah dalam mendukung kebijakan pengendalian pencemaran udara di Kota Bandung.

‎“Harapannya, seluruh perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama sehingga program pengendalian pencemaran udara dapat dilakukan secara terpadu,” katanya.

‎Untuk memperkuat materi sosialisasi, Pemkot Bandung menghadirkan Peneliti Ahli Utama BRIN, Prof. Dr. Muhayatun Santoso, serta Dosen Institut Teknologi Nasional (Itenas), Dr. Didin Agustian Permadi, S.T., M.Eng.

Sedangkan, ‎Prof. Dr. Muhayatun Santoso memberikan materi mengenai pemantauan kualitas udara ambien dan karakterisasi sumber pencemar udara. Sementara Dr. Didin Agustian Permadi membahas inventarisasi emisi pencemar udara di kawasan perkotaan.

‎Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Bandung mendorong pengelolaan kualitas udara yang berbasis data dan kolaborasi. Dengan pendekatan tersebut, langkah pengendalian pencemaran udara diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

‎" Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam menjaga kualitas lingkungan serta mendukung terwujudnya Bandung Utama yang sehat dan berkelanjutan," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....