Damkar Waspadai Gas Metana Muncul di Kebakaran Lahan Punclut Bandung

  • 15 Sep 2026 11:10 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung mewaspadai potensi munculnya gas metana dalam kebakaran lahan di kawasan Punclut, Kota Bandung. Kebakaran tersebut terjadi pada Senin 14 September 2026 malam.

Kepala Diskarmatan Kota Bandung, Soni Bakhtiar, mengatakan potensi tersebut berasal dari tumpukan sampah yang berada di sekitar titik kebakaran. Petugas melakukan asesmen untuk memastikan ada atau tidaknya timbunan gas metana di lokasi.

"Kita mengantisipasi jangan sampai ada timbunan gas metan yang dari tumpukan sampah yang cukup lama. Ini juga sedang kita asesmen apakah ada ada gas metana-nya apa tidak," ujar Soni, Selasa 15 September 2026.

Menurut Soni, keberadaan gas metana pada tumpukan sampah perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko ketika terjadi pembakaran. Karena itu, masyarakat diminta tidak sembarangan membakar sampah, terlebih di area yang menjadi tempat pembuangan sampah.

"Setiap tumpukan sampah pasti ada gas metana-nya. Mau itu kompos, mau itu sampah, pasti ada gas metana-nya. Oleh karenanya, berhati-hatilah pada saat melakukan pembakaran sampah, apalagi di tempat pembuangan sampah. Ini sangat membahayakan," katanya.

Ia menambahkan, kondisi musim kemarau juga meningkatkan risiko penyebaran api. Pembakaran sampah dapat memicu api merambat ke lahan kosong, rumput, hingga alang-alang yang mengering.

"Kami sudah sering mengimbau pada warga masyarakat di musim kemarau ini jangan melakukan pembakaran sampah. Karena takut itu merembet ke lahan-lahan lain yang kosong atau rumput-rumput liar, ilalang yang sudah mengering," ujarnya.

Kebakaran di Punclut diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah. Sampah yang berada di lokasi dalam kondisi kering sehingga api kemudian menjalar ke kawasan yang ditumbuhi alang-alang.

"Sehingga ini merambat ke lahan yang dipenuhi juga dengan alang-alang ya, sehingga api sangat cepat untuk rambatannya," ujar Soni.

Selain kondisi lahan, medan yang berada di sekitar tebing dan lembah menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 2,2 hektare.

Sebanyak delapan unit kendaraan pemadam kebakaran bersama tim rescue dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Soni memastikan lokasi kebakaran berjarak sekitar 500 meter dari permukiman warga

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....