DLH Identifikasi 50 Ton Sampah per Hari dari SPPG di Kota Bandung

  • 15 Sep 2026 09:56 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengidentifikasi produksi sampah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencapai sekitar 50 ton per hari. Mayoritas sampah tersebut berasal dari sisa makanan atau sampah organik.

‎Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian Pemkot Bandung karena pengelolaan sampah organik dinilai menjadi salah satu kunci dalam penanganan persoalan sampah secara keseluruhan.

‎"Ini kan sekarang sudah teridentifikasi dari DLH, ada 50 ton sampah per hari dari SPPG. 50 ton per hari. Nah, ini kan pengelolaannya adalah pengelolaan sampah organik rata-rata," ujar Farhan, Selasa 15 September 2026.

‎Menurutnya, Pemkot Bandung akan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah untuk memastikan pengelolaan sampah dari SPPG berjalan dengan baik. Pengawasan tidak hanya berkaitan dengan persoalan sampah, tetapi juga mencakup keamanan pangan serta kelancaran pasokan bahan pangan.

‎Farhan menyebut Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menjadi salah satu perangkat daerah yang berperan penting, bersama Dinas Kesehatan, DLH, serta unsur kewilayahan.

‎Sementara itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) bertugas memastikan kebutuhan dan suplai bahan pangan untuk SPPG tidak mengganggu ketersediaan pasokan bagi masyarakat di pasar.

‎"DKPP nomor satu, kemudian tentu saja adalah Dinas Kesehatan. Kemudian juga ada dari DLH dan dari kewilayahan. Sedangkan Disdagin itu memastikan suplai," katanya.

‎Farhan menegaskan, Pemkot Bandung akan melakukan tindakan tegas apabila ditemukan SPPG yang tidak memenuhi ketentuan, baik dalam pengelolaan sampah maupun penerapan keamanan pangan.

‎"Pengelolaan sampahnya jelek, sikat. Pengelolaan food safety-nya jelek, sikat," tegasnya.

‎Namun, tindakan tersebut tetap diarahkan untuk memastikan perbaikan terlebih dahulu. Pemkot Bandung juga tidak ingin keberadaan SPPG justru menimbulkan persoalan baru, termasuk mengganggu ketersediaan bahan pangan di pasar.

‎"Jangan sampai suplai untuk SPPG malah mengganggu suplai ke pasar. Itu salah satu bagian dari pekerjaan yang kita lakukan," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....