Terkena Asap Kebakaran Lahan Punclut Bandung, Empat Lansia Dirawat ke Puskesmas

  • 15 Sep 2026 15:47 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Empat warga lanjut usia (lansia) di Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, terindikasi mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) setelah terpapar asap kebakaran lahan kosong di kawasan Punclut. Akibat itu, mereka harus dilarikan ke Puskesmas Cidadap guna mendapatkan penanganan medis.

Hingga Selasa 15 September 2026, tercatat 11 warga yang melaporkan kondisi kesehatannya ke posko kesehatan yang didirikan di sekitar lokasi kebakaran. Sebelumnya, kebakaran tersebut terjadi pada Senin malam, 14 September 2026.

Camat Cidadap, Maulana mengatakan, empat dari 11 warga tersebut mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan asap kebakaran. Kebakaran itu sendiri telah berhasil dikendalikan namun masih terdapat asap yang membumbung dari sisa-sisa api yang telah padam.

"Sampai dengan saat ini sudah ada sekitar 11 orang warga masyarakat yang melaporkan kesehatannya ke posko dan 4 di antaranya ISPA (akibat terpapar kena asap kebakaran)," ujar Maulana saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa 15 September 2026.

Menurut Maulana, asap kebakaran tidak hanya menyelimuti kawasan lahan yang terbakar. Kepulan asap juga masuk ke permukiman warga, sekolah, hingga Rumah Sakit Salamun yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi.

"Asap itu dari kemarin kumpulan asap itu masuk ke wilayah warga. Termasuk ke sekolah. Bahkan ke titik ke rumah sakit Salamun," ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cidadap mendirikan posko kesehatan dan pengungsian bagi masyarakat yang terdampak. Pihak kecamatan juga berkoordinasi dengan sekolah di sekitar lokasi untuk mengurangi risiko paparan asap terhadap siswa.

"Kami juga kerja sama dengan kepala sekolah SMP 52 karena di bawah ada sekolah, agar anak-anaknya dalam kegiatan KBM hari ini menggunakan masker," katanya.

Lebih dari 40 ribu liter air telah digunakan untuk proses pemadaman dalam kebakaran lahan ini. Namun, angin yang cukup kencang di kawasan lereng membuat sejumlah titik api kembali muncul dan menyulitkan proses penanganan.

Maulana mengatakan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, api diduga pertama kali muncul dari bagian bawah lereng.

"Dari informasi dan saksi, api itu berawal dari bawah lereng. Entah sengaja di bakar atau yang buang rokok? Kita masih dalami penyebabnya," ujarnya.

Ia menambahkan, kebakaran di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan catatan pihaknya, lokasi itu sebelumnya juga beberapa kali mengalami kebakaran dengan proses pemadaman yang bahkan berlangsung lebih dari tiga hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....