KCD Wilayah VII Pantau Revitalisasi Sekolah Muhammadiyah di Bandung

  • 08 Sep 2026 15:43 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan terus didorong untuk meningkatkan kualitas layanan belajar di Kota Bandung. Kepala Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah VII Jawa Barat, Asep Yudi Mulyadi, meninjau langsung pelaksanaan revitalisasi di SMA Muhammadiyah 1 Bandung dan SMK Muhammadiyah 1 Bandung, Senin 7 September 2026.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari pengawasan pemerintah terhadap penggunaan bantuan revitalisasi sekolah. Pemerintah memastikan pembangunan fasilitas pendidikan berjalan sesuai kebutuhan serta memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan dan keamanan warga sekolah.

Kedua sekolah tersebut berada dalam satu kompleks di Jalan Kancil Nomor 1, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung. Pada 2026, SMA Muhammadiyah 1 Bandung dan SMK Muhammadiyah 1 Bandung sama-sama mendapatkan dukungan program revitalisasi.

Pembangunan mencakup sejumlah fasilitas yang menunjang kegiatan belajar mengajar. Mulai dari ruang kelas, laboratorium, ruang administrasi, hingga toilet sekolah menjadi bagian dari pekerjaan revitalisasi.

Perbaikan dinilai penting mengingat sejumlah bangunan sebelumnya telah mengalami kerusakan. Kondisi tersebut bahkan sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga sekolah dan mengganggu kenyamanan proses pembelajaran.

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Bandung, Rita Hartati, mengatakan sekolah memperoleh bantuan revitalisasi sebesar Rp1,064 miliar. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan tujuh ruang kelas baru, laboratorium komputer, ruang kantin, ruang administrasi, serta fasilitas sanitasi.

“Kondisi bangunan sebelumnya sudah banyak yang rusak, bahkan ada yang roboh. Bantuan ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak sekolah,” ujar Rita.

Menurut Rita, manfaat revitalisasi tidak hanya terlihat dari perubahan fisik bangunan. Fasilitas yang lebih layak juga memberikan rasa aman bagi siswa dan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Bandung, Dra. Nia Suminar, menyampaikan sekolahnya menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp800 juta. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki enam ruangan, yang terdiri atas empat ruang kelas, ruang guru, dan ruang administrasi.

Nia menilai pembenahan fasilitas sekolah dapat memberikan pengaruh terhadap proses pendidikan. Ruang belajar yang lebih layak diharapkan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada siswa. Selain itu, peningkatan fasilitas juga menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat kualitas lulusan.

Pembangunan yang dimulai sejak Juli 2026 tidak membuat kegiatan belajar mengajar dihentikan. Sekolah menerapkan sejumlah penyesuaian untuk memastikan siswa tetap memperoleh layanan pembelajaran.

Sistem belajar bergilir diterapkan karena adanya keterbatasan ruang selama proses pembangunan. Sebagian kegiatan pembelajaran juga dilakukan secara daring. Langkah tersebut menjadi upaya sekolah menjaga keberlangsungan proses pendidikan sekaligus memberikan ruang bagi pengerjaan proyek revitalisasi.

Pelaksanaan pembangunan turut melibatkan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dan tenaga kerja lokal. Keterlibatan tersebut menunjukkan adanya partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan fasilitas pendidikan.

Kehadiran Kepala KCD Wilayah VII Jawa Barat dalam meninjau pembangunan menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap proses revitalisasi sekolah. Pihak sekolah pun menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian yang diberikan.

Bagi SMA dan SMK Muhammadiyah 1 Bandung, revitalisasi bukan sekadar pembaruan bangunan. Fasilitas yang lebih aman dan memadai diharapkan menjadi modal untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....