Farhan Imbau Warga Tetap Pakai Masker, PM2,5 di Bandung Masih Tidak Sehat

  • 08 Sep 2026 15:41 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih memengaruhi kualitas udara di Kota Bandung. Berdasarkan pemantauan data secara real-time, indikator partikulat halus atau PM2,5 masih berada dalam kategori tidak sehat.

‎‎Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi Pemerintah Kota Bandung dalam upaya memulihkan kualitas udara pascapaparan abu vulkanik.

‎"Angka PM2,5 ini menunjukkan sisa partikel halus dari abu vulkanik. Oleh karena itu, saran saya kepada masyarakat, terutama anak-anak sekolah, tetaplah menggunakan masker," ujar Farhan, Selasa 8 September 2026.

‎‎Menurutnya, kondisi berbeda terlihat pada sejumlah parameter polutan lainnya. Kadar karbon monoksida (CO) dan nitrogen masih tercatat di bawah ambang batas aman.


‎Farhan menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa partikel yang masih terdeteksi di udara Kota Bandung saat ini lebih banyak berupa debu atau partikulat mikro, bukan berasal dari peningkatan polusi kendaraan bermotor maupun aktivitas industri.

‎‎"Ini menegaskan bahwa yang terdeteksi adalah partikel mikro atau debu, sedangkan polusi dari kendaraan bermotor dan industri saat ini berada pada kondisi baik dan sedang. Data ini kami sampaikan secara nyata dan terbaru," katanya.

‎‎Ia menjelaskan, parameter PM2,5 mengacu pada partikel berukuran sangat kecil dengan diameter hingga 2,5 mikron. Partikel tersebut dapat berasal dari material abu vulkanik yang masih tersisa di lingkungan.

‎‎Sementara itu, sejumlah parameter pencemar udara seperti sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), ozon (O3), nitrogen dioksida (NO2), dan hidrokarbon (HC) masih berada pada tingkat rendah dan dalam kondisi relatif baik.

‎"Jadi saat ini risiko utama kita memang berada pada partikel debu mikro tersebut, sesuai pemantauan langsung di lapangan," ucapnya.


‎Dalam upaya mengurangi dampak sisa abu vulkanik, Pemkot Bandung sebelumnya telah melakukan penyemprotan dan pembersihan debu di sejumlah lokasi.

‎‎Farhan menilai langkah tersebut sejauh ini cukup efektif sehingga tidak merencanakan penyemprotan ulang.

‎‎Meski demikian, ia meminta seluruh kepala sekolah di Kota Bandung memastikan lingkungan sekolah dibersihkan secara menyeluruh dari sisa debu yang masih menempel.

‎"Namun, saya telah meminta para kepala sekolah untuk melakukan pembersihan menyeluruh sisa debu di lingkungan sekolah masing-masing," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....