945 Siswa SDN 026 Bojongloa Belajar di SDN 148 Cibaduyut, Terapkan Dua Shift

  • 08 Sep 2026 15:32 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Sebanyak 945 siswa SDN 026 Bojongloa, Kota Bandung, kini mengikuti kegiatan pembelajaran di SDN 148 Cibaduyut. Proses pemindahan siswa telah berlangsung hampir tiga minggu dan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem dua shift.

‎Kepala SDN 026 Bojongloa, Agus Mohamad Fajari, mengatakan seluruh siswa kini sudah mengikuti pembelajaran di lokasi baru. Pemindahan dilakukan secara bertahap, sebelum akhirnya seluruh kelas mengikuti kegiatan belajar di SDN 148 Cibaduyut.

‎“Sebetulnya ini pemindahan sudah berjalan hampir tiga minggu. Waktu itu dengan Pak Camat, kita sudah mencoba enam kelas dulu. Kemudian minggu depannya semua kelas masuk di sini,” ujar Agus, Selasa 8 September 2026.

‎Dalam pengaturan jadwal, siswa SDN 148 Cibaduyut mengikuti pembelajaran pada pagi hari. Setelah kegiatan belajar selesai, siswa SDN 026 Bojongloa mulai masuk pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB, dengan jeda sekitar satu jam.

‎“Sudah semua di sini. Dua shift pokoknya. SDN 148 pagi, kita jam satu siang. Jadi ada jeda satu jam,” katanya.

‎Sementara itu, gedung SDN 026 Bojongloa untuk sementara tidak digunakan sebagai lokasi pembelajaran rutin. Namun, bangunan lama masih dimanfaatkan apabila terdapat kegiatan sekolah yang membutuhkan ruangan khusus.

‎“Sudah kosong. Kecuali kalau misalnya ada kegiatan yang memang kita membutuhkan ruangan khusus. Setelah itu mereka pulang, sudah tidak ada pembelajaran di sana,” ucapnya.

‎Ia memastikan aset dan bangunan sekolah lama tetap mendapat pengawasan. Seorang penjaga sekolah dan operator masih berada di lokasi untuk memastikan kondisi aset tetap aman.

‎“Kalau aset ada, karena di sana juga ada penjaga sekolah satu orang sama operator sekolah. Takut ada apa-apa. Kalau pagi saya ngantor di sana, kalau siang saya ngantor di sini,” tuturnya.

‎Sementara itu, Kepala SDN 148 Cibaduyut, Nana Suryana, mengatakan kegiatan belajar mengajar selama hampir tiga minggu berjalan tanpa kendala berarti. Para siswa juga dinilai mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru.

‎“Jadi kita sudah tiga minggu itu enjoy saja. Anak-anak senang, orang tua juga nunggu di sini kayaknya senang, enggak ada masalah. Kita belajar pun tidak ada terkendala,” katanya.

‎Menurutnya, sebanyak 12 ruang kelas di SDN 148 Cibaduyut saat ini digunakan untuk mengakomodasi kegiatan belajar dari kedua sekolah. Jumlah siswa dalam satu kelas sekitar 28 orang sehingga kondisi ruang belajar masih dinilai aman dan nyaman.

‎“Nyaman, aman. Semuanya ada 12, semuanya terisi. Satu kelas sekitar 28, enggak terlalu penuh,” ucapnya.

‎Peningkatan aktivitas siswa juga berdampak terhadap kepadatan kendaraan di depan sekolah, terutama saat jam masuk dan pulang. Namun, Nana menilai kondisi tersebut masih dapat dikendalikan karena kepadatan hanya berlangsung dalam waktu singkat.

‎“Itu hal lumrah. Ini keluar, itu masuk kemudian mereka pulang. Paling beberapa menit, enggak ada masalah,” katanya.

‎Untuk membantu mengatur aktivitas di sekitar sekolah, pihak SDN 148 Cibaduyut juga menggandeng Karang Taruna. Koordinasi dilakukan untuk memastikan pergerakan siswa dan orang tua saat pergantian shift tetap berlangsung tertib.

‎“Ada, kita kerja sama dengan Karang Taruna dan mereka sudah sigap,” tuturnya.

‎Agus menambahkan, pihak sekolah juga berkoordinasi dengan penjaga sekolah, kelurahan, dan kecamatan untuk mengantisipasi kepadatan di sekitar lokasi. Menurutnya, perpindahan 945 siswa memang membuat aktivitas lalu lintas di sekitar SDN 148 Cibaduyut lebih ramai dibandingkan sebelumnya.

‎“Memang agak macet karena jumlah murid juga lebih banyak. Ya, macet wajar. Kita sudah mohon bantuan kepada penjaga sekolah di sini dan penjaga sekolah kita, termasuk dengan kelurahan dan kecamatan,” ucapnya.

‎Dari sisi orang tua siswa, Agus menyebut kekhawatiran yang sempat muncul sebelum proses pemindahan kini mulai mereda. Para orang tua dapat melihat secara langsung kondisi pembelajaran dan aktivitas anak-anak selama berada di SDN 148 Cibaduyut.

‎“Orang tua siswa baik-baik saja sekarang. Apa yang dikhawatirkan oleh mereka ternyata tidak terbukti. Ketika anak-anak datang ke sini, orang tua juga masih ada yang menunggu,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....