HUT ke-81 RRI, Sekda Jabar Sebut Radio Asah 'Power of Storytelling'

  • 08 Sep 2026 14:53 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, memiliki ikatan emosional dan spiritual yang sangat kuat dengan keberadaan radio. Bukan tanpa alasan, tanggal kelahirannya bertepatan langsung dengan peringatan Hari Radio Nasional yang jatuh setiap tanggal 11 September.

Lahir 56 tahun lalu, Herman mengaku masa kecil hingga remajanya tidak pernah lepas dari gema suara radio. Kenangan mendengarkan berbagai dongeng masa kecil hingga tembang-tembang legendaris era 80-an menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidupnya.

"Lahir saya itu bersamaan dengan Hari Radio, 11 September. Jadi itu pengalaman spiritual pertama ya. Dan dari kecil tentu saya termasuk yang cukup intensif mendengar radio, hobi saya mendengarkan dongeng," ujar Herman saat dihubungi RRI, Selasa 8 September 2026.

Menurut Herman, kebiasaan mendengarkan radio sejak kecil memberikan dampak besar terhadap tumbuh kembang kognitif, afeksi, dan motoriknya. Media radio dinilainya memiliki kekuatan unik yang mampu memantik imajinasi para pendengarnya secara mendalam.

Daya imajinasi yang diasah melalui radio tersebut, lanjut Herman, membentuk salah satu kemampuan paling krusial di era modern saat ini, yakni kemampuan menyampaikan pesan atau storytelling.

"Pengalaman yang luar biasa karena kita bisa berimajinasi mengasah imajinasi kita dan banyak mempengaruhi kehidupan. Apalagi saat ini ke depan yang dibutuhkan kan kemampuan storytelling, kemampuan bercerita untuk semua profesi. The power of storytelling," ucapnya.

Memasuki masa remaja pada era 1980-an, radio kembali menjadi teman setia Herman dalam menikmati karya-karya musik tanah air. Lagu-lagu bernuansa puitis dari Chrisye hingga musik era Gita Cinta dari SMA kerap menemaninya membangun ruang berpikir yang kreatif.

Ia menilai, proses menikmati konten media analog seperti radio memiliki keunggulan tersendiri dibanding serba instannya media digital saat ini. Proses belajar dan mencerna informasi melalui radio dinilai lebih tajam dan melatih kedalaman berpikir.

Meski demikian, Herman menegaskan pentingnya adaptasi media radio di era modern. Radio tidak boleh jalan di tempat, melainkan harus melakukan transformasi digital guna merangkul generasi muda mulai dari Milenial, Gen Z, hingga Gen Alpha.

"Radio juga sama harus bertransformasi, radio analognya tetap dijaga, di sisi lain bisa bertransformasi juga ke radio digital. Analog yes, digital yes. Siapa yang menguasai informasi dan bisa storytelling, itu yang akan mendapatkan berbagai peluang," tutur Herman.

Menutup perbincangan menjelang peringatan Hari Radio ke-81 dan HUT ke-81 Radio Republik Indonesia (RRI), Sekda Jabar menyampaikan pesan serta harapannya agar masyarakat, khususnya generasi muda, tetap memanfaatkan radio sebagai sarana edukasi dan peningkatan kompetensi diri.

"Selamat Hari Radio ke-81. Radio ada di hati kita dan akan senantiasa ada di hati kita untuk menambah informasi, menajamkan kemampuan storytelling, dan meningkatkan kompetensi kita semua. Kunci utama masa depan adalah penguasaan informasi dan kemampuan storytelling, itu bisa diasah melalui media radio," kata Herman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....