Disdik KBB Minta Sekolah Perketat Penggunaan Masker, Waspadai Abu Vulkanik
- 07 Sep 2026 18:46 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung Barat - Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, meminta seluruh sekolah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Salah satu langkah yang didorong adalah mewajibkan siswa dan guru menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Imbauan tersebut mulai diterapkan sejumlah satuan pendidikan di KBB. Salah satunya SDN Cijanggel, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, yang meminta seluruh peserta didik mengenakan masker selama berada di lingkungan sekolah.
Kepala SDN Cijanggel, Siti Jubaedah, mengatakan pihak sekolah segera menindaklanjuti informasi yang diterima dari Disdik KBB dengan menerapkan penggunaan masker bagi siswa.
"Kami mendapatkan informasi dari Disdik bahwa anak-anak di sekolah mulai hari ini wajib memakai masker," ujar Siti saat ditemui di SDN Cijanggel pada Senin, 7 September 2026.
Tidak hanya peserta didik, para guru juga diarahkan menggunakan masker. Menurut Siti, langkah tersebut sekaligus menjadi contoh bagi siswa agar terbiasa menerapkan perlindungan diri di tengah kondisi udara yang berpotensi terdampak abu vulkanik. "Alhamdulillah, hari ini anak-anak hampir 100 persen memakai masker. Bagi anak yang tidak membawa masker dari rumah, kami berikan masker dari sekolah," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah menjelaskan alasan siswa perlu menggunakan masker, terutama karena adanya potensi paparan abu vulkanik. Selain mengenakan masker, sekolah juga meminta siswa menjaga kondisi tubuh selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Peserta didik dianjurkan membawa air putih dari rumah serta lebih memperhatikan perlindungan diri ketika melakukan kegiatan di luar ruangan.
Sekolah juga meminta siswa segera melapor kepada guru apabila merasakan gangguan kesehatan selama berada di lingkungan sekolah. Selanjutnya, kondisi tersebut akan disampaikan kepada orang tua.
SMPN 1 Cisarua Ikuti Imbauan
Penerapan penggunaan masker juga dilakukan di SMPN 1 Cisarua. Sekolah tersebut mengaku telah memperoleh imbauan dari Disdik KBB untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya debu vulkanik di lingkungan pendidikan.
Humas SMPN 1 Cisarua, Verawati Anggareni, mengatakan pihak sekolah turut mengarahkan siswa menggunakan masker sebagai langkah pencegahan.
"Ya, kami juga mendapatkan imbauan agar anak-anak di lingkungan sekolah menggunakan masker untuk menghindari adanya debu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau," kata Verawati.
Menurut dia, sekolah akan mengevaluasi kebutuhan masker bagi siswa apabila imbauan tersebut terus diberlakukan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menyediakan masker bagi peserta didik yang tidak membawanya dari rumah.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik KBB, Edy Syafrudin, membenarkan pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh satuan pendidikan untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Edy meminta sekolah menempatkan kesehatan dan keselamatan peserta didik serta tenaga pendidik sebagai prioritas. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah pencegahan yang ditekankan, khususnya bagi warga sekolah yang harus beraktivitas di luar ruangan. "Mengingat situasi abu vulkanik saat ini, mari kita prioritaskan kesehatan dan keselamatan bersama," ujar Edy.
Selain penggunaan masker, Disdik KBB meminta sekolah mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara dinilai kurang baik. Apabila kegiatan di luar ruangan tidak dapat dihindari, warga sekolah dianjurkan menggunakan masker, terutama jenis N95, serta kacamata pelindung.
Mengenai kemungkinan diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Edy mengatakan Disdik KBB belum memutuskan untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar secara daring.
Menurutnya, keputusan tersebut masih menunggu perkembangan situasi dalam satu hingga dua hari ke depan.
"Kita masih melihat situasi dan hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan se-Bandung Raya sebelum menerapkan PJJ," jelasnya.
Ia menegaskan, kegiatan pembelajaran di sekolah masih akan mengikuti perkembangan kondisi serta hasil koordinasi lintas instansi. Karena itu, seluruh satuan pendidikan diminta tetap siaga dan tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....