Hadapi Risiko ISPA akibat Abu Vulkanik, Puskesmas di Bandung Diminta Siaga
- 07 Sep 2026 17:33 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung meminta seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan di Kota Bandung meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan abu vulkanik.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, ISPA menjadi salah satu risiko kesehatan yang perlu diantisipasi menyusul adanya paparan abu vulkanik di wilayah Bandung.
“Puskesmas dan semua fasilitas kesehatan sudah siap siaga untuk ISPA karena memang risiko terbesarnya adalah ISPA,” ujar Farhan, Senin 7 September 2026.
Farhan menegaskan, pelayanan kesehatan di Kota Bandung tetap berjalan seperti biasa. Ia juga meminta seluruh fasilitas kesehatan tidak menolak pasien yang membutuhkan penanganan.
Selain kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, Pemkot Bandung juga melakukan pengecekan terhadap ketersediaan masker di pasaran. Pengecekan akan dilakukan, khususnya di toko modern maupun fasilitas penjualan alat kesehatan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penimbunan masker yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga.
“Kita akan pastikan jangan sampai ada penumpukan seperti awal-awal dulu. Saya juga akan cek stok di Dinkes,” ucapnya.
Farhan mengatakan, Pemkot Bandung masih mempertimbangkan kemungkinan pembagian masker secara gratis kepada masyarakat. Namun, kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan stok masker di pasaran.
Menurutnya, pemerintah perlu berhati-hati dalam melakukan pembelian masker dalam jumlah besar. Jika tidak dilakukan dengan perhitungan yang tepat, langkah tersebut justru berpotensi memicu kenaikan harga dan mengganggu ketersediaan masker di pasaran.
“Pembelian masker dalam jumlah besar oleh pemerintah justru berpotensi menyebabkan harga di pasaran meningkat apabila tidak dilakukan dengan perhitungan yang tepat,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....