Rekayasa Lalu Lintas Cimahi Diubah, Simpang Daeng Jadi Titik Rawan Macet

  • 03 Sep 2026 13:25 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Rekayasa lalu lintas selama pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto di Kota Cimahi terus dievaluasi karena masih memicu kepadatan di sejumlah ruas jalan. Salah satu titik yang menjadi perhatian utama adalah Simpang Jalan Daeng–Cihanjuang–Amir Mahmud yang dinilai perlu mendapat pengaturan arus lebih optimal.

Evaluasi dilakukan Pemerintah Kota Cimahi melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tahun 2026 di Aula Gedung C Pemkot Cimahi, Senin 31 Agustus 2026. Forum tersebut mempertemukan Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Satlantas Polres Cimahi, unsur kewilayahan, perangkat daerah, Organda, perwakilan RW terdampak, serta pihak pelaksana pekerjaan.

Kepadatan lalu lintas terutama masih terlihat di Jalan Amir Mahmud pada jam sibuk pagi dan sore hari. Kondisi tersebut terjadi karena kendaraan dari sejumlah arah masuk secara bersamaan dan harus melewati ruas yang terdampak perubahan pola arus kendaraan.

Arus kendaraan yang bertemu di kawasan tersebut berasal dari Jalan Amir Mahmud arah barat, Kolmas, Babakan, Margamulya hingga Jalan Daeng. Tingginya pergerakan kendaraan roda dua dan roda empat membuat antrean berpotensi meluas apabila tidak diimbangi pengaturan di titik-titik persimpangan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Forum LLAJ akan mengoptimalkan pengaturan dan penarikan arus di Simpang Daeng–Cihanjuang–Amir Mahmud. Langkah ini dilakukan agar antrean kendaraan dapat diurai lebih cepat dan tidak menimbulkan penumpukan pada ruas jalan berikutnya.

Di sisi lain, Pemkot Cimahi juga menerapkan skema dua arah atau counterflow di Underpass Dustira. Rekayasa tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas jalan sekaligus membantu mengurangi dampak pengalihan arus yang diberlakukan sejak 19 Agustus 2026.

Dinas Perhubungan Kota Cimahi bersama Satlantas Polres Cimahi turut memperkuat pengaturan lalu lintas dengan menambah personel di sejumlah lokasi yang rawan kemacetan. Penempatan petugas akan disesuaikan dengan kondisi lapangan, terutama pada periode meningkatnya volume kendaraan pagi dan sore hari.

“Pengaturan di lapangan akan terus disesuaikan dengan kondisi aktual dan dievaluasi secara berkala.” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi Endang di kegiatan evaluasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Selain mengatur pergerakan kendaraan, pemerintah juga menyoroti kondisi perlengkapan lalu lintas di sekitar proyek Underpass Gatot Subroto. Pihak kontraktor diminta segera memperbaiki sekaligus melengkapi sarana keselamatan yang mengalami kerusakan atau terdampak cuaca dan kondisi lingkungan.

Beberapa perlengkapan yang menjadi perhatian meliputi traffic cone yang rusak, tali atau tambang pembatas berwarna oranye, serta Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ). Keberadaan perlengkapan tersebut dinilai penting untuk memberikan panduan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan selama rekayasa lalu lintas diterapkan.

Forum LLAJ juga menjadi sarana koordinasi untuk memastikan setiap persoalan lalu lintas di wilayah terdampak dapat segera ditindaklanjuti. Masukan dari camat, lurah, ketua RW, kepolisian, hingga pelaksana proyek menjadi bahan evaluasi dalam menentukan pola pengaturan yang paling sesuai.

Pemkot Cimahi memastikan rekayasa lalu lintas akan terus dipantau selama pembangunan Underpass Gatot Subroto berlangsung. Evaluasi berkala dilakukan agar kepadatan kendaraan dapat ditekan, sementara keselamatan dan mobilitas masyarakat tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....