Pembangunan Depo BRT Cicaheum Masuk Minggu Ketiga, Progres Capai 50 Persen

  • 02 Sep 2026 13:05 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pembangunan Depo Bus Rapid Transit (BRT) di kawasan Cicaheum, Kota Bandung, saat ini memasuki minggu ketiga. Pembangunan terus dilanjutkan setelah Pemerintah Kota Bandung memberikan kompensasi kepada 115 pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak proyek tersebut.

‎‎Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengatakan pembangunan Depo Cicaheum telah dimulai dan saat ini masih dalam proses pengerjaan.

‎"Karena sebelumnya ada permintaan dari PKL di situ untuk diberikan kompensasi. Kompensasi sudah diberikan kepada 115 PKL di lokasi tersebut. Jadi sekarang minggu ketiga ini rencana pembangunan dilanjutkan," ujar Rasdian, Rabu 2 Septembet 2026.


‎‎Menurut Rasdian, pembangunan saat ini masih berada pada tahap konstruksi awal, terutama pekerjaan pondasi dan struktur bawah bangunan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum pembangunan masuk ke bagian atas.

‎‎"Kalau soal detail teknis PU saya kurang mengerti. Yang jelas pembangunan sudah dimulai minggu ketiga. Dari awal dulu, konstruksi bangunan dari bawah, yaitu tiang pancang. Itu konstruksi awal, sama seperti membangun rumah, pondasinya dibuat dulu," jelasnya.

‎‎Rasdian mengatakan, pembangunan Depo Cicaheum masih berlangsung sesuai proses dan jadwal yang telah ditetapkan. Namun, ia belum dapat memastikan kapan proyek tersebut akan selesai.

‎‎"Kita belum bisa memastikan. Harus saya tanya dan konfirmasi dulu ke PPK-nya," katanya.

‎‎Ia menjelaskan, pembangunan yang semula direncanakan mulai pada April 2026 tersebut baru terlaksana pada Agustus. Kondisi tersebut membuat waktu penyelesaian proyek berpotensi mengalami pergeseran apabila pekerjaan tidak dapat diselesaikan sesuai target.

‎‎"Seharusnya pembangunan dimulai bulan April, baru terlaksana bulan Agustus ini. Jadi kalau belum selesai, kemungkinan bisa bergeser ke tahun depan," ungkapnya.


‎‎Saat ini, progres pembangunan Depo BRT Cicaheum diperkirakan telah mencapai sekitar 50 persen.

‎‎Di sisi lain, Pemkot Bandung juga terus melakukan komunikasi terkait keberadaan angkutan kota (angkot) yang terdampak pembangunan depo. Pemerintah akan menampung aspirasi dari koperasi angkot sebagai bagian dari proses penataan transportasi di kawasan tersebut.

‎‎"Untuk angkot sudah kami komunikasikan. Kita juga harus menampung aspirasi dari koperasi angkot," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....