Basmut 2026 Digelar di 30 Kecamatan, Disdagin Bandung Dorong Pengendalian Inflasi

  • 02 Sep 2026 11:48 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung kembali menggelar Bazar Murah Utama (Basmut) 2026 di 30 kecamatan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi.

‎Kepala Disdagin Kota Bandung, Roni Ahmad Nurudin, mengatakan Basmut digelar untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

‎“Ini dalam rangka pengendalian inflasi, pengendalian ketersediaan, dan keterjangkauan harga barang pokok masyarakat,” ujar Roni, Rabu 2 September 2026.

‎Menurut Roni, pelaksanaan Basmut dilakukan secara bertahap selama 10 hari, mulai 31 Agustus hingga 11 September 2026. Kegiatan tersebut digelar di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Astanaanyar dan Kecamatan Cicendo.

‎Berbagai kebutuhan pokok tersedia dalam bazar, seperti beras, minyak goreng, telur, daging ayam, dan daging sapi. Dari sejumlah komoditas tersebut, beras dan minyak goreng menjadi produk yang paling banyak diminati masyarakat.

‎“Dari Bulog, masyarakat kelihatan antusias kepada beras dan minyak. Yang lain seperti telur, daging ayam, dan daging sapi juga kita sediakan,” jelasnya.

‎Pelaksanaan Basmut merupakan hasil kolaborasi Disdagin dengan kewilayahan, Perum Bulog, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta sejumlah distributor.

‎Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan tersebut turut melibatkan UMKM setempat dan menghadirkan sejumlah layanan administrasi bagi masyarakat, termasuk pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).

‎Roni mengajak masyarakat memanfaatkan pelaksanaan Basmut yang hadir di wilayah masing-masing.

‎“Kita berharap masyarakat memanfaatkan Bazar Murah Utama di 30 kecamatan. Kalau memang dibutuhkan, bisa langsung belanja dengan harga yang lebih murah daripada harga pasar,” paparnya.

‎Sementara itu, Ketua Tim Bazar Murah Utama 2026 Disdagin Kota Bandung, Astri Sri Kusendang, mengatakan Basmut menjadi salah satu upaya pemerintah mendekatkan akses kebutuhan pokok kepada masyarakat.

‎“Alhamdulillah, kegiatan ini dirasa penting karena kita ingin membantu masyarakat mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan lebih dekat, yang tentunya harganya juga lebih murah,” ungkapnya.

‎Antusiasme masyarakat terlihat di sejumlah titik pelaksanaan, termasuk di Kecamatan Astanaanyar. Warga memanfaatkan bazar untuk membeli berbagai kebutuhan rumah tangga dengan harga yang dinilai lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.

‎Salah seorang warga, Ani Maryati, mengaku terbantu dengan harga yang ditawarkan dalam Basmut.

‎“Ya, murah, harganya terjangkau untuk masyarakat kecil seperti saya,” katanya.

‎Ia menilai perbedaan harga antara komoditas yang dijual di bazar dan harga di pasar cukup terasa. Salah satu produk yang dibelinya, misalnya, dijual sekitar Rp12.000 per kilogram. Sementara harga produk serupa di pasar menurutnya dapat mencapai Rp14.000 hingga Rp14.600 per kilogram.

‎Ani juga memanfaatkan bazar untuk membeli beras sebagai persediaan kebutuhan rumah tangga.

‎“Lebih murah dan lebih meringankan beban masyarakat,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....