Bantu UPJA Akuntabel, UICM Gelar Pelatihan Pembukuan dan Manajerial
- 02 Sep 2026 11:44 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) di Kabupaten Bandung terus didorong untuk makin mandiri dan akuntabel. Tak hanya soal modernisasi teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui tata kelola manajerial dan pembukuan keuangan kini menjadi fokus utama.
Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Insan Cendikia Mandiri (UICM) Bandung, bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Solokan Jeruk Kabupaten Bandung, Rabu 2 September 2026.
Ketua UPTD Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Indah Yuliana, mengungkapkan keberadaan 42 UPJA yang tersebar di 31 kecamatan memerlukan pembinaan manajemen yang solid. Terlebih, karakteristik komoditas pertanian di wilayahnya sangat beragamnmulai dari tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan.
"Manajemen itu krusial, bukan hanya untuk usaha tetapi juga rumah tangga. Apalagi ini lembaga usaha, pembukuan dan manajerialnya harus jelas. Evaluasi tiga bulan terakhir menunjukkan masih banyak kekurangan di lapangan. Kehadiran akademisi melalui kerja sama ini sangat membantu kami di tengah keterbatasan anggaran pembinaan," ujar Indah saat ditemui RRI disela sela kegiatan PKM.
Indah menambahkan, manajemen yang baik juga menjadi kunci dalam mempermudah akses permodalan bagi petani. Pihaknya berupaya mendorong kemudahan kredit, seperti skema yarnen (bayar setelah panen), agar para pengelola UPJA dan kelompok tani dapat melengkapi kebutuhan alsintan tanpa membebani arus kas mingguan atau bulanan.

Sementara itu, Wakil Rektor II Universitas Insan Cendikia Mandiri (UICM) Bandung, Agus Ismail, menegaskan bahwa kegiatan PKM ini merupakan komitmen perguruan tinggi untuk menghapus stigma "menara gading". Perguruan tinggi harus hadir secara langsung di tengah masyarakat guna memberikan solusi atas kendala riil di lapangan.
"Prinsip pengabdian ini menyasar tiga pilar utama: people (SDM), process (proses), dan technology (teknologi). Teknologi alsintan sudah disiapkan oleh dinas, maka tugas kami adalah membekali people-nya. Tanpa SDM yang paham manajerial dan pembukuan, potensi usaha tidak akan maksimal," kata Agus.
Agus menjelaskan, dasar manajerial yang mencakup planning, organizing, actuating, dan controlling (POAC) serta komunikasi yang efektif harus diterapkan secara disiplin oleh pengurus UPJA maupun pelaku UMKM. Kelalaian dalam pengelolaan keuangan kerap menjadi masalah mendasar yang memicu fraud hingga kegagalan perbankan.
"Banyak pelaku usaha mikro atau kelompok tani yang sulit berkembang dan ditolak saat mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) karena tidak akuntabel. Pencatatan keuangan masih menyatu dengan pribadi dan tidak ada cash flow yang jelas. Ini yang ingin kita benahi bersama secara berkelanjutan," tuturnya.
Melalui kolaborasi antara UICM dan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung ini, diharapkan tata kelola UPJA di Kabupaten Bandung makin profesional, akuntabel, serta mampu menopang ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....