Warga Sampaikan Keluhan di PAWANG RONDA, Forkopimda Cimahi Siap Tindak Lanjut
- 27 Agt 2026 23:15 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Sejumlah persoalan lingkungan dan sosial mencuat dalam kegiatan Pak Wali Kota Ngawangkong Bari Ngaronda (PAWANG RONDA) di Cipageran, Kota Cimahi, Rabu 26 Agustus 2026. Forum dialog yang dihadiri jajaran Forkopimda tersebut menjadi kesempatan bagi warga menyampaikan langsung berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Sekitar 100 warga mengikuti kegiatan yang diinisiasi Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Kota Cimahi tersebut. Selain membahas keamanan lingkungan, dialog juga menyinggung persoalan drainase, potensi banjir, perbatasan wilayah, serta dampak sosial akibat peredaran minuman keras.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, penyampaian aspirasi secara langsung dapat membantu pemerintah memahami persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat. Setiap masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi dan pembahasan sesuai kewenangan masing-masing perangkat daerah.
“Setiap masukan dari masyarakat akan menjadi bahan pembahasan pemerintah sesuai dengan kewenangan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Ngatiyana.
Menurut Ngatiyana, persoalan keamanan juga tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial di lingkungan warga. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan, terutama peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang yang dapat menyasar generasi muda.
Ia juga mengapresiasi warga yang selama ini aktif memberikan informasi kepada aparat mengenai persoalan di lingkungan tempat tinggalnya. Partisipasi tersebut dinilai membantu kepolisian dalam melakukan pencegahan maupun pengungkapan kasus.
“Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” tegasnya.
Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko menilai penguatan kembali ronda malam dapat memberikan manfaat sosial yang besar bagi masyarakat. Selain meningkatkan kewaspadaan, aktivitas tersebut dapat memperkuat interaksi warga yang semakin penting di tengah berbagai persoalan lingkungan.
Kegiatan ronda juga dinilai dapat menjadi ruang komunikasi untuk mendeteksi persoalan sejak dini sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan. Dengan komunikasi yang baik, warga dapat lebih cepat menyampaikan informasi kepada perangkat kelurahan maupun aparat terkait.
Sementara itu, Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi mengajak masyarakat terus menjaga komunikasi dengan kepolisian dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan. Informasi dari masyarakat dinilai penting untuk membantu aparat melakukan tindakan pencegahan secara cepat.
Polres Cimahi juga akan melakukan pemusnahan sejumlah barang bukti hasil operasi pada 31 Agustus mendatang. Barang bukti tersebut meliputi narkotika, obat keras terbatas, minuman keras, dan knalpot brong yang telah diamankan dalam berbagai penindakan di wilayah hukum Polres Cimahi.
Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyaksikan proses pemusnahan barang bukti tersebut sebagai bagian dari transparansi kepolisian kepada publik. Keterbukaan itu diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemberantasan berbagai gangguan keamanan dan ketertiban.
“Kami persilahkan kepada masyarakat yang ingin menyaksikan pemusnahan barang bukti narkoba dan knalpot brong,” kata AKBP Faruk.
| Baca juga: Resahkan Warga Polisi Amankan Diduga ODGJ |
Selain masalah keamanan, persoalan infrastruktur turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut, khususnya terkait drainase dan pencegahan banjir.
Pemerintah Kota Cimahi akan melihat kebutuhan penanganan berdasarkan kondisi lapangan serta kewenangan masing-masing instansi.
Ngatiyana juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait kemacetan yang terjadi akibat pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur. Pemerintah berupaya mengevaluasi rekayasa lalu lintas sekaligus mendorong penyelesaian pekerjaan agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.
Perwakilan Linmas Cipageran, Ade, mengatakan warga tetap berupaya menjaga keamanan melalui pos ronda dan kegiatan monitoring secara rutin. Menurutnya, pengawasan lingkungan juga dilakukan untuk mencegah munculnya kerumunan yang berpotensi mengganggu ketertiban.
“Pos ronda dan piket monitoring rutin dilakukan, termasuk membubarkan kerumunan yang berpotensi mengganggu ketertiban,” ucap Ade.
PAWANG RONDA diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan dialog antara pejabat dan masyarakat, tetapi menjadi momentum memperkuat kembali Siskamling di tingkat lingkungan. Pemerintah dan aparat berharap keterlibatan aktif warga dapat menciptakan Kota Cimahi yang lebih aman, tertib, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....