Vantara dan Faunaland Dapat Apresiasi Menhut, Kontribusi Konservasi Satwa Liar

  • 23 Agt 2026 16:53 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Komitmen terhadap konservasi dan perlindungan satwa liar di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antara Vantara dari India dan Faunaland Indonesia.

‎Dalam rangkaian peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026, Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni memberikan apresiasi kepada CEO Faunaland Danny Gunalen dan CEO Vantara Sir Ajit Kulkarni atas kontribusi serta komitmen mereka dalam mendukung upaya konservasi satwa liar di Indonesia.

‎Apresiasi tersebut menjadi bentuk pengakuan atas peran Faunaland dan Vantara dalam memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati, khususnya melalui pengembangan kapasitas, layanan kesehatan satwa, serta dukungan terhadap konservasi satwa liar.

‎Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam memperkuat upaya konservasi di Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan tema HKAN 2026, yakni “Konservasi Alam: Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia.”

‎Tema tersebut menegaskan bahwa upaya menjaga kekayaan alam Indonesia membutuhkan keterlibatan pemerintah, dunia usaha, lembaga konservasi, masyarakat, serta mitra internasional.

‎Salah satu bentuk kontribusi Vantara adalah penyediaan lima unit Vantara Animal Ambulance. Kendaraan khusus tersebut dirancang untuk membantu proses evakuasi satwa liar sekaligus memberikan penanganan medis awal, khususnya bagi gajah.

‎“Kendaraan tersebut dilengkapi fasilitas khusus untuk mendukung penanganan medis serta kerja tim dokter hewan di lapangan,” ujar Raja Juli Antoni, Minggu 23 Agustus 2026.

‎Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas Indonesia dalam merespons kondisi darurat yang melibatkan satwa liar, terutama di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

‎Selain penyediaan ambulans satwa, Vantara juga akan mendukung upaya Indonesia dalam mencegah ancaman Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV) pada gajah Sumatra. Salah satu langkah yang disiapkan yakni penyediaan vaksin EEHV sebagai upaya preventif.

‎Kolaborasi Vantara dengan Indonesia dalam bidang kesehatan gajah bukan merupakan hal baru. Pada akhir 2025, Kementerian Kehutanan telah bekerja sama dengan Vantara untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan langkah-langkah pencegahan terhadap ancaman EEHV pada gajah Sumatra.

‎Tim dokter hewan spesialis gajah dari Vantara juga telah melakukan pemeriksaan awal serta mempelajari kondisi kesehatan dan kesejahteraan gajah di Indonesia.

‎Sementara itu, CEO Faunaland Danny Gunalen mengatakan apresiasi dari Kementerian Kehutanan menjadi dorongan bagi Faunaland untuk terus memperkuat perannya dalam mendukung upaya konservasi di Indonesia.

‎“Kami berterima kasih atas apresiasi yang diberikan Kementerian Kehutanan. Bagi kami, apresiasi ini bukan hanya merupakan pengakuan atas apa yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga satwa dan keanekaragaman hayati Indonesia,” katanya.

‎Vantara merupakan pusat penyelamatan, rehabilitasi, dan konservasi satwa liar berskala besar yang berbasis di Jamnagar, India, dan didirikan oleh Shri Anant Ambani. Lembaga tersebut juga mengembangkan ilmu pengetahuan, riset, dan pendidikan di bidang konservasi, termasuk melalui Vantara University yang diresmikan pada April 2026.

‎Bagi Faunaland, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat kapasitas konservasi di Indonesia sekaligus membangun jejaring dengan institusi konservasi internasional.

‎“Kami percaya konservasi tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja bersama, pertukaran pengetahuan, serta dukungan teknologi dan keahlian agar upaya perlindungan satwa di Indonesia semakin kuat dan berkelanjutan,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....