Disdik Bandung Targetkan Pembangunan SDN 026 Cibaduyut selesai Lima Bulan

  • 23 Agt 2026 16:52 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menargetkan pembangunan SDN 026 di kawasan Cibaduyut Kidul, RW 02, Kota Bandung, dapat diselesaikan dalam waktu lima bulan.

‎Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, mengatakan pihaknya masih mengkaji akses menuju lokasi pembangunan, terutama untuk kendaraan dan alat berat. Pasalnya, jalan utama Cibaduyut dinilai hanya dapat dilalui kendaraan berukuran kecil.

‎“Untuk akses jalan masih dicari alternatif lain. Jalan utama Cibaduyut hanya bisa dilewati kendaraan kecil, belum tentu untuk alat berat. Kami sedang mengkaji rute terbaik,” ujar Asep, Minggu 23 Agustus 2026.

‎Menurut Asep, proses pembangunan juga masih menunggu penyelesaian perizinan. Saat ini, pihaknya melakukan mediasi bersama Kejaksaan yang turut mendampingi program prioritas tersebut.

‎“Sedang dimediasi bersama pihak Kejaksaan yang juga mendampingi program prioritas ini. Perizinan hampir selesai, insyaallah segera rampung,” katanya.

‎Asep menegaskan, kepastian waktu pelaksanaan pembangunan masih menunggu seluruh perizinan diterbitkan. Setelah itu, rencana pembangunan akan kembali dievaluasi bersama pihak Kejaksaan.

‎“Belum bisa dipastikan. Kita tunggu perizinan keluar dulu, lalu dievaluasi bersama Kejaksaan. Langkah demi langkah,” jelasnya.

‎Sambil menunggu pembangunan sekolah baru selesai, Disdik Kota Bandung menyiapkan skema pemindahan sementara siswa SDN 026 ke SDN 148. Proses tersebut akan dilakukan dengan pengaturan waktu belajar agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa yang selama ini bersekolah di SDN 148.

‎“Sekolah dibagi dua sesi, pagi pukul 07.00–12.00 dan siang pukul 13.00–17.00. Semua kelas digabung sekaligus, tidak bertahap. Masa pengalihan ini berlangsung tiga minggu,” paparnya.

‎Asep menyebutkan, rencana tersebut telah disosialisasikan kepada siswa dan orang tua. Ia mengakui adanya keberatan dari sebagian pihak merupakan hal yang wajar mengingat pemindahan dilakukan sementara.

‎“Kami sudah sosialisasikan ke siswa maupun orang tua. Keberatan wajar muncul karena sifatnya sementara, bukan permanen. Kami pastikan kedua kelompok merasa satu kesatuan,” ucapnya.

‎Selama proses pembelajaran sementara, guru SDN 026 tetap bertugas di lokasi. Sementara itu, sejumlah aset sekolah seperti meja dan lemari tetap berada di tempat asal dan tidak dipindahkan.

‎Menurut Asep, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi psikologis siswa dan orang tua, terutama setelah sebelumnya muncul berbagai informasi atau konten yang dinilai dapat menimbulkan kekhawatiran.

‎“Guru ikut bertugas di lokasi sementara. Meja, lemari, dan aset tetap di tempat asal, tidak dipindahkan. Hal ini juga untuk mencegah gangguan psikologis anak dan orang tua akibat konten yang tidak bertanggung jawab sebelumnya,” katanya.

‎Disdik Kota Bandung juga telah berkomunikasi dengan Ketua RW dan warga sekitar terkait pelaksanaan pemindahan sementara tersebut.

‎“Sudah dikomunikasikan dengan Ketua RW dan warga sekitar. Tidak ada keberatan, boleh dilaksanakan,” tandas.

‎Sebelumnya, pembangunan SDN 026 di kawasan Cibaduyut Kidul, RW 02, Kota Bandung, mendapat penolakan dari sejumlah warga setempat. Warga keberatan karena lingkungan permukiman dinilai sudah cukup padat dan terdapat berbagai fasilitas pendidikan di kawasan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....