Disnaker Cimahi: Puluhan Peserta Terdampak PHK Ikuti Pelatihan Laundry di Cimahi
- 19 Agt 2026 21:26 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Sekitar 50 peserta mengikuti pelatihan wirausaha laundry yang digelar Pemerintah Kota Cimahi melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Pelatihan tersebut menyasar pekerja terdampak PHK, masyarakat serta pasangan pekerja sebagai bagian dari upaya memperluas peluang kemandirian ekonomi.
Program yang dilaksanakan melalui kolaborasi Disnaker Kota Cimahi, BPJS Ketenagakerjaan dan Bank Syariah Indonesia (BSI) itu tidak hanya berorientasi pada pemberian keterampilan. Peserta juga diarahkan agar mampu memanfaatkan manfaat BPJS Ketenagakerjaan sebagai modal awal untuk membangun usaha produktif.
Kepala Disnaker Kota Cimahi Asep Ajat Jayadi mengatakan terdapat sekitar 20 peserta yang merupakan mantan pekerja pabrik terdampak PHK. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena kehilangan pekerjaan dapat berdampak langsung terhadap keberlangsungan ekonomi keluarga.
“Lewat program PEKA, mereka diarahkan mengikuti pelatihan laundry yang bisa dijalankan di rumah maupun tempat lainnya.” ujar Asep usai mengikuti kegiatan.
Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) sekaligus penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan di Ballroom MPP Cimahi, Selasa 18 Agustus 2026.
Menurut Asep, usaha laundry dipilih sebagai salah satu alternatif karena dapat dimulai dengan skala sederhana dan dikembangkan sesuai kemampuan peserta. Pemerintah berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk menciptakan sumber penghasilan baru setelah kehilangan pekerjaan.
Program PEKA juga diarahkan untuk mengubah manfaat yang diterima pekerja menjadi modal yang memiliki nilai produktif. Dengan demikian, peserta tidak hanya menggunakan dana untuk kebutuhan konsumtif, tetapi dapat mengalokasikannya untuk membangun usaha yang berpotensi menghasilkan pendapatan.
“Dana yang diterima diharapkan bisa menjadi pijakan awal untuk membangun usaha dan menciptakan sumber penghasilan baru bagi keluarga.” ucapnya.
Kolaborasi dengan BSI turut membuka
peluang bagi peserta yang membutuhkan tambahan pembiayaan ketika usaha mulai berkembang. Akses tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan peralatan, kapasitas layanan maupun kebutuhan operasional secara bertahap.
Di sisi lain, pemerintah menyadari bahwa tidak semua peserta langsung mampu menjalankan usaha setelah mengikuti pelatihan. Karena itu, keberlanjutan program dan pendampingan menjadi faktor penting agar keterampilan yang diberikan benar-benar dapat diterapkan dalam kegiatan usaha.
Asep berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal dengan mengembangkan usaha sesuai kondisi dan potensi masing-masing. Keberhasilan program PEKA nantinya tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi dari kemampuan mereka menciptakan penghasilan secara mandiri.
“Kami berharap program PEKA tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi para peserta benar-benar mampu mengembangkan usaha hingga menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.” katanya.
Melalui program tersebut, Pemkot Cimahi berupaya menjadikan persoalan PHK sebagai momentum untuk membangun alternatif ekonomi baru bagi masyarakat. Sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BSI diharapkan terus berlanjut sehingga semakin banyak pekerja terdampak PHK yang memiliki kesempatan untuk bangkit dan mandiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....