Korban PHK di Cimahi Didorong Jadi Pengusaha, Disnaker Siapkan Pelatihan
- 19 Agt 2026 21:13 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) menyiapkan langkah alternatif bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA), korban PHK didorong memiliki sumber penghasilan baru melalui kegiatan wirausaha.
Program PEKA dikembangkan melalui kolaborasi antara Pemkot Cimahi, BPJS Ketenagakerjaan dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Salah satu bentuk pemberdayaan yang diberikan berupa pelatihan usaha laundry yang dinilai dapat dijalankan dari rumah maupun dikembangkan menjadi usaha mandiri.
Kepala Disnaker Kota Cimahi Asep Ajat Jayadi mengatakan program tersebut dirancang agar manfaat yang diterima pekerja dari BPJS Ketenagakerjaan dapat dimanfaatkan secara produktif. Dana yang diterima diharapkan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi dapat menjadi modal awal membangun usaha.
“Kami ingin uang dari BPJS Ketenagakerjaan ini tidak habis begitu saja, tetapi bisa berlanjut untuk modal kerja mandiri.” ujar Ngatiyana.
Asep menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan PEKA dan penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan di Ballroom MPP Cimahi, Selasa 18 Agustus 2026. Menurutnya, pelatihan laundry menjadi salah satu pilihan karena jenis usaha tersebut relatif fleksibel dan dapat dimulai dari skala rumahan.
Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai teknis usaha laundry, tetapi juga diarahkan memahami bagaimana mengembangkan usaha secara mandiri. Dengan bekal tersebut, mantan pekerja diharapkan memiliki alternatif penghasilan sembari mencari peluang pekerjaan baru.
“Harapannya, dana yang diterima bisa menjadi modal produktif sehingga setelah terkena PHK, mereka tidak hanya menunggu pekerjaan baru, tetapi memiliki alternatif usaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga.” ucapnya.
Program tersebut mendapat dukungan dari BSI melalui peluang akses pembiayaan bagi peserta yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. Skema tersebut diharapkan dapat membantu peserta meningkatkan kapasitas usaha setelah mampu menjalankan bisnis secara mandiri.
Asep menilai kolaborasi pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan dan perbankan menjadi penting di tengah keterbatasan anggaran serta kebijakan efisiensi pemerintah. Sinergi lintas sektor dinilai mampu menghadirkan solusi pemberdayaan masyarakat tanpa sepenuhnya bergantung pada pembiayaan dari pemerintah daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini karena di tengah keterbatasan anggaran dan efisiensi pemerintah, ternyata masih ada ruang untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui kerja sama lintas sektor.”katanya.
Pelatihan wirausaha laundry dalam program PEKA tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai latar belakang. Sekitar 20 peserta di antaranya merupakan mantan pekerja pabrik yang terdampak PHK, sementara peserta lainnya berasal dari masyarakat dan pasangan pekerja yang turut menjadi penerima manfaat.
Disnaker Kota Cimahi berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebatas pemberian keterampilan kepada peserta. Pemerintah ingin usaha yang dirintis dapat berkembang sehingga mampu menjadi sumber pendapatan baru dan berkelanjutan bagi keluarga.
“Semoga program ini menjadi berkah dan solusi bagi teman-teman yang terkena PHK, mudah-mudahan mereka bisa kembali bangkit, memiliki usaha sendiri, dan mandiri secara ekonomi.” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....