99,5% Gen Z Jabar Kecanduan Gawai, KPID Dorong Siaran Ramah Anak
- 06 Agt 2026 11:31 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Bandung - Penggunaan media digital yang sangat massif di kalangan Generasi Z di Jawa Barat dinilai telah memunculkan berbagai persoalan psikologis yang perlu mendapat perhatian serius seluruh pihak. Oleh karena itu, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat mendorong penguatan siaran ramah anak serta perlindungan terhadap Perempuan yang dikemas dalam kegiatan Ngawangkong Atikan Penyiaran di Gedung SMAN 1 Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Selasa (4/8), guna meminimalisir dan membentengi diri dari ancaman paparan konten negatif di media digital.
Wakil Ketua KPID Jawa Barat, Almadina Rakhmaniar, mengatakan dalam hasil riset yang dilakukan KPID pada 2025 yang mengkaji pengaruh media berbasis internet terhadap enam aspek, yakni ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan (Panca Gatra), serta psikologi dengan melibatkan enam klaster wilayah Jawa Barat dengan responden yang berasal dari kelompok Generasi Z. Menunjukkan hampir seluruh responden telah bergantung pada perangkat digital dalam aktivitas sehari-hari. Sebanyak 99,5 persen Gen Z menggunakan gawai dan rata-rata memiliki lebih dari satu akun media sosial.
"Kami riset di wilayah Jawa Barat dengan membagi menjadi 6 Klaster. Riset dilakukan terhadap Gen Z," terang Almadina dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Kamis 6 Agustus 2026.
"Kan kita berbicara penyiaran itu berdampak pada seseorang, saat ini fokus kami, selain panca gatra juga isu psikologis," tegasnya.
Kajian tersebut juga mencatat tingginya gangguan psikologis yang berkaitan dengan intensitas penggunaan media digital. Sebanyak 38,10 persen responden mengalami nomophobia, yaitu kecemasan ketika jauh dari telepon seluler atau khawatir tertinggal informasi terbaru di media sosial.
"Mereka merasa cemas kalau ketinggalan handphone, bahkan takut ketinggalan hal-hal baru yang terdapat di medsos," tuturnya.
Selain itu, dalam riset tersebut menemukan 68,39 persen Gen Z mengalami gangguan fokus, 52,41 persen menghadapi stres mental, dan 50,08 persen melakukan perbandingan sosial (social comparison). Angka lainnya menunjukkan lebih dari 70 persen responden mengalami phubbing, yakni kecenderungan mengabaikan interaksi langsung karena lebih fokus pada gawai.
"Konten digital memicu stress dan menurunkan percaya diri serta mengubah mereka berperilaku manipulatif," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....