Bupati Bandung: Program Keagamaan Tetap Bergulir meski Anggaran Diefisienkan

  • 01 Agt 2026 19:18 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Bupati Dadang Supriatna memastikan berbagai program keagamaan di Kabupaten Bandung tetap menjadi prioritas pemerintah daerah meski pemerintah pusat menerapkan kebijakan efisiensi anggaran. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari keberhasilan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari upaya membangun karakter dan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan nilai-nilai keagamaan.

"Insya Allah selama saya masih menjabat Bupati Bandung, kegiatan-kegiatan keagamaan akan terus dipertahankan bahkan terus ditingkatkan demi kemaslahatan dan kesejahteraan umat," tegasnya saat meresmikan Masjid Jami Bani Aslah di Kampung Cibolerang, Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih, Sabtu 1 Agustus 2026.

Salah satu program yang dipastikan tetap berjalan adalah Program Insentif atau Bisyarah Guru Ngaji. Program unggulan tersebut saat ini menjangkau sekitar 17 ribu guru ngaji di Kabupaten Bandung dengan sistem penyaluran langsung secara nontunai ke rekening penerima setiap tiga bulan.

Menurut Bupati, keberadaan guru ngaji memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda sejak usia dini. "Guru ngaji adalah ujung tombak pembentukan akhlakul karimah. Mereka bukan hanya mengajarkan membaca Al-Qur'an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan akhlak kepada anak-anak kita sebagai calon pemimpin masa depan," katanya.

Selain mempertahankan insentif guru ngaji, Pemerintah Kabupaten Bandung juga terus memperkuat berbagai program keagamaan lainnya. Diantaranya pembangunan dan rehabilitasi sarana ibadah, dukungan terhadap kegiatan pesantren, pemberian hibah bagi lembaga keagamaan, pembinaan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan syiar Islam di tingkat desa maupun kecamatan.

Ia mengatakan pemerintah daerah juga terus memperluas program beasiswa pendidikan berbasis keagamaan melalui Program BESTI (Beasiswa ti Bupati) yang memberikan kesempatan kepada santri, guru ngaji, serta masyarakat kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Di bidang pemberdayaan ekonomi umat, Pemkab Bandung juga mendorong penguatan koperasi berbasis desa dan pesantren, termasuk pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai salah satu instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, seluruh program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mewujudkan visi pembangunan Bandung BEDAS yang menempatkan aspek religius sebagai salah satu fondasi utama pembangunan.

"Kita ingin pembangunan fisik berjalan, ekonomi tumbuh, tetapi pembangunan mental spiritual masyarakat juga harus semakin kuat. Karena itu program-program keagamaan tidak boleh berhenti hanya karena ada efisiensi anggaran," ujarnya.

Ia berharap keberadaan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat. Selain itu juga tempat pendidikan keagamaan, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan persatuan masyarakat.

"Kalau masjidnya makmur, insya Allah masyarakatnya juga akan semakin makmur," tandas Bupati Bandung Dadang Supriatna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....