Harga Ayam Naik akibat Lonjakan Permintaan
- 31 Jul 2026 14:51 WIB
- Bandung
Poin Utama
- Pemerintah Kota Bandung memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman meski terjadi kenaikan harga sejumlah komoditas khususnya daging ayam.
- Wali Kota Muhammad Farhan menjelaskan lonjakan harga ayam bukan disebabkan oleh terganggunya pasokan melainkan karena permintaan masyarakat yang meningkat tajam selama musim liburan dan tingginya kunjungan wisatawan.
- Pasokan ayam dari sejumlah daerah di Jawa Barat khususnya wilayah timur hingga selatan masih tergolong aman sedangkan harga sayuran relatif stabil dan pasokan beras diperkirakan tetap terjaga hingga akhir tahun.
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kota Bandung masih dalam kondisi aman meski terjadi kenaikan harga sejumlah komoditas, khususnya daging ayam. Kenaikan harga tersebut dinilai dipicu oleh meningkatnya permintaan selama musim liburan dan tingginya kunjungan wisatawan ke Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan lonjakan harga ayam bukan disebabkan oleh terganggunya pasokan, melainkan karena permintaan masyarakat yang meningkat tajam.
"Kalau ayam karena permintaannya tinggi, apalagi sekarang kunjungan wisata sedang tinggi. Jadi memang permintaannya meningkat. Itu gambaran secara umum, saya belum mengetahui data secara rinci," ujar Farhan, Jumat 31 Juli 2026.
Farhan menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauannya, pasokan ayam dari sejumlah daerah di Jawa Barat, khususnya wilayah timur hingga selatan, masih tergolong aman. Karena itu, kenaikan harga lebih dipengaruhi oleh tingginya kebutuhan pasar selama masa liburan.
Sementara itu, untuk komoditas sayuran, Farhan menyebut harga relatif stabil karena kondisi panen yang sedang baik. Adapun untuk beras, ia memperkirakan panen raya masih akan berlangsung pada Agustus hingga September 2026 sehingga pasokan diperkirakan tetap terjaga.
"Kalau sayuran rata-rata karena memang panennya sedang bagus. Beras juga diperkirakan panennya berlangsung pada Agustus hingga September. Setelah itu memang ada masa persiapan tanam sebelum musim hujan, tetapi saya melihat siklus tanam padi tidak akan mengganggu pasokan beras hingga akhir tahun," katanya.
Meski demikian, Pemkot Bandung tetap mewaspadai potensi penimbunan bahan pangan yang dapat memicu lonjakan harga di pasaran. Farhan menegaskan Satgas Pangan akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi komoditas.
"Yang akan kita atur adalah memastikan Satgas Pangan tidak boleh membiarkan adanya penimbunan. Setiap penimbunan berpotensi melanggar hukum pidana," tegasnya.
Terkait kemungkinan pelaksanaan operasi pasar untuk daging ayam, Farhan mengatakan Pemkot Bandung belum memiliki stok ayam sehingga belum dapat melakukan intervensi seperti halnya pada komoditas beras, gula, dan minyak goreng.
"Operasi pasar untuk ayam belum ada karena kita tidak punya stok ayam. Kalau beras, gula, dan minyak goreng kita bisa lakukan. Tetapi secara umum stok dan suplai pangan di Kota Bandung sejauh ini aman. Berdasarkan laporan dari pasar-pasar induk, pasokan setiap hari tetap tersedia," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....