Pemkot Bandung Pastikan Stok Bahan Pokok Aman, Harga Timun dan Ayam Jadi Sorotan

  • 31 Jul 2026 13:49 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) dalam kondisi aman. Kepastian tersebut diperoleh setelah Wali Kota Bandung melakukan pemantauan harga dan stok di sejumlah pasar tradisional, di antaranya Pasar Cijerah dan Pasar Cihapit, Jumat 31 Juli 2026.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pemantauan dilakukan di dua pasar yang memiliki karakteristik konsumen berbeda untuk melihat kondisi harga dan distribusi kebutuhan pokok secara menyeluruh.

‎"Pasar sekarang dipantau, di ujung barat kita ke Cijerah, kemudian di Cihapit. Ini dua pasar dengan dua karakter konsumen yang berbeda," ujar Farhan usai melakukan Monitoring Harga Barang Kebutuhan Pokok di Pasar Tradisional Cihapit," jumat 31 Juli 2026.


‎‎Menurutnya, Pasar Cijerah melayani masyarakat di kawasan permukiman padat, sementara Pasar Cihapit memiliki profil konsumen dengan tingkat ekonomi yang relatif lebih tinggi. Perbedaan tersebut berdampak pada harga sejumlah komoditas.

‎‎"Cijerah itu daerah perbatasan perumahan padat. Sedangkan Cihapit secara ekonomi sosial berada di tingkat yang lebih tinggi. Akibatnya, barang yang sama harganya sedikit berbeda," katanya.

‎‎Meski demikian, Farhan menegaskan pasokan seluruh komoditas pangan masih aman dan tidak ditemukan kekurangan stok di pasar.

‎‎"Di antara semua komoditas yang kita perhatikan, suplainya semuanya aman. Tidak ada yang kekurangan," ujarnya.


‎‎Namun, Pemkot mencatat terdapat dua komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan, yakni timun dan ayam potong.

‎"Yang pertama timun. Biasanya sekitar Rp10 ribuan, sekarang naik hampir dua kali lipat. Kemudian harga ayam potong juga naik merata, sudah di atas Rp40 ribu hingga mendekati Rp50 ribu per kilogram. Ini memang menjadi perhatian," katanya.

‎‎Ia menambahkan, secara umum harga kebutuhan pokok di Pasar Cihapit sekitar 10 persen lebih tinggi dibandingkan Pasar Cijerah. Menurutnya, kondisi tersebut masih tergolong wajar karena dipengaruhi oleh karakteristik konsumen di masing-masing wilayah.

‎‎"Secara rata-rata harga di Cihapit sekitar 10 persen lebih mahal dibandingkan Cijerah. Itu wajar karena profil konsumennya memang berbeda," ucapnya.

‎‎Selain memantau harga, Pemkot Bandung juga memastikan kelancaran distribusi bahan pokok. Farhan mengatakan Perum Bulog akan terus menjaga pasokan, khususnya untuk beras dan minyak goreng.

‎"Kami memantau harga sekaligus memastikan suplai. Bulog akan memastikan paling tidak 30 persen kebutuhan beras dan minyak masyarakat dipenuhi dari Bulog," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....