Representasi Perempuan di DPRD Cimahi Naik, Sinyal Positif bagi Demokrasi

  • 29 Jul 2026 21:52 WIB
  •  Bandung
Poin Utama
  • Persentase anggota legislatif perempuan di DPRD Kota Cimahi mencapai 28,89 persen pada periode saat ini, meningkat dari 26,67 persen pada periode sebelumnya.
  • Peningkatan keterwakilan perempuan di DPRD Kota Cimahi menunjukkan tren positif berkelanjutan yang menjadi sinyal kemajuan demokrasi yang lebih inklusif.
  • Meskipun jumlah legislator perempuan terus meningkat, pengaruh perempuan dalam menentukan arah kebijakan publik masih perlu diperkuat lebih lanjut.

RRI.CO.ID, Cimahi - Keterwakilan perempuan di DPRD Kota Cimahi terus menunjukkan tren positif dari periode ke periode. Meski demikian, peningkatan jumlah legislator perempuan dinilai harus diiringi dengan semakin besarnya pengaruh perempuan dalam menentukan arah kebijakan publik.

Persentase anggota legislatif perempuan di DPRD Kota Cimahi saat ini mencapai 28,89 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran 26,67 persen sehingga menjadi sinyal positif bagi perkembangan demokrasi yang lebih inklusif.

Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam Workshop Penguatan Jaringan dan Kerja Sama di Bidang Politik Tingkat Kota Cimahi yang digelar Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kota Cimahi. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung B Kompleks Pemerintah Kota Cimahi, Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Selasa 28 Juli 2026 dan dihadiri perempuan dari berbagai partai politik.

Workshop dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa meningkatnya jumlah perempuan di parlemen merupakan bukti semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan perempuan dalam dunia politik.

"Peningkatan keterwakilan perempuan di DPRD menunjukkan adanya progres positif dari perjuangan politisi perempuan di Kota Cimahi." ujar Adhitia.

Menurut Adhitia, perempuan memiliki kekuatan dalam membangun modal sosial yang inklusif melalui kedekatan dengan masyarakat. Potensi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kualitas demokrasi sekaligus memperluas partisipasi publik dalam pembangunan.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa perjuangan perempuan tidak berhenti setelah berhasil memperoleh kursi legislatif. Tantangan berikutnya adalah memastikan aspirasi perempuan benar-benar dapat diwujudkan menjadi kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Keberhasilan demokrasi bukan hanya diukur dari banyaknya perempuan yang terpilih, tetapi juga dari sejauh mana aspirasi perempuan diterjemahkan menjadi kebijakan yang berdampak bagi masyarakat." katanya.

Ia menilai pendekatan politik yang mengedepankan empati, kepedulian, dan penyelesaian persoalan masyarakat merupakan kekuatan yang dimiliki perempuan. Karena itu, kader perempuan didorong untuk terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya menjelang momentum pemilu.

Adhitia juga mengajak seluruh organisasi perempuan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, organisasi perempuan, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan demokrasi yang lebih berkualitas di Kota Cimahi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....