Pasar Baru Bandung Sambut Reaktivasi Bandara Husein, Siapkan Fasilitas Shuttle

  • 27 Jul 2026 18:37 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pengelola Pasar Baru Bandung menyambut positif rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara. Kebijakan tersebut diyakini akan kembali menggairahkan sektor perdagangan dan meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan domestik maupun mancanegara yang selama ini menjadi pelanggan Pasar Baru.

‎Direktur Operasional PT Dam Sawarga Maniloka Jaya (DSMJ) Pasar Baru Bandung, Irwin Tan, mengatakan pihaknya tengah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kenyamanan pengunjung saat operasional penerbangan di Bandara Husein kembali berjalan.

‎"Kalau kami dari pihak pengelola, untuk reaktivasi ini tentu menyambut baik. Beberapa hal yang sedang kami siapkan yaitu kesiapan operasional, seperti pembenahan sarana dan prasarana, di antaranya eskalator, lift, serta pengecatan di beberapa area," ujar Irwin saat ditemui di Pasar Baru Bandung, Senin 27 Juli 2026.

‎Selain itu, pengelola juga melakukan penataan area parkir agar lebih nyaman bagi wisatawan yang datang menggunakan kendaraan pribadi maupun rombongan.

‎"Kami juga melakukan perapihan di area parkir karena rata-rata wisatawan membutuhkan fasilitas parkir yang nyaman," katanya.


‎Irwin mengungkapkan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Angkasa Pura untuk memperluas kerja sama, salah satunya dengan memanfaatkan ruang promosi di bandara guna memasarkan produk-produk UMKM yang dijual di Pasar Baru.

‎"Kami sudah berbicara dengan pihak Angkasa Pura untuk meningkatkan kerja sama, mungkin dengan menyewa space untuk memasarkan produk-produk UMKM dari Pasar Baru," ujarnya.

‎Dari sisi ketersediaan barang, Irwin memastikan para pedagang siap memenuhi kebutuhan wisatawan. Berbagai produk unggulan seperti busana muslim, busana wanita, busana anak, kain, hingga aneka oleh-oleh khas Bandung tersedia dalam jumlah yang memadai.

‎"Kalau kesiapan produknya, dengan dukungan seluruh pedagang, harusnya siap. Produk di Pasar Baru sangat lengkap, termasuk kain-kain yang menjadi primadona wisatawan Malaysia," katanya.


‎Menurutnya, sekitar 90 persen produk yang dipasarkan di Pasar Baru merupakan produk fashion, sedangkan sisanya merupakan oleh-oleh dan berbagai produk pelengkap lainnya. Sebagian besar produk tersebut berasal dari para perajin di wilayah Jawa Barat, seperti Bandung, Garut, dan Tasikmalaya.

‎Sebagai upaya mempermudah akses wisatawan dari bandara menuju pusat perbelanjaan, pengelola Pasar Baru juga mendukung rencana penyediaan angkutan umum menuju kawasan tersebut.

‎"Saat ini pemerintah sedang menyiapkan BRT dan mobil listrik. Kami juga berdiskusi untuk menyediakan shuttle dari Bandara Husein langsung ke Pasar Baru dan sebaliknya," ucapnya.

‎Ia menambahkan, layanan shuttle tersebut nantinya akan disesuaikan dengan jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat sehingga dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan yang ingin berbelanja di Pasar Baru Bandung.

‎"Kami akan menyesuaikan dengan jadwal penerbangan agar wisatawan bisa langsung menuju Pasar Baru dari bandara maupun kembali ke bandara dengan lebih mudah," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....