BPBD Bandung Petakan 13 Kecamatan Berpotensi Krisis Air Bersih saat Musim Kemarau
- 27 Jul 2026 17:34 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung memetakan sebanyak 13 kecamatan dengan 164 RT yang berpotensi mengalami krisis air bersih selama musim kemarau 2026. Meski hingga saat ini belum ada laporan kekeringan yang signifikan, BPBD bersama Perumda Tirtawening (PDAM) telah menyiapkan langkah antisipasi untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, menjelaskan kondisi yang dihadapi bukan semata-mata kekeringan, melainkan berkurangnya pasokan air bersih akibat debit sumur maupun sumber air yang menurun.
"Yang terjadi sebenarnya bukan kekeringannya, tetapi lebih kepada krisis air bersih. Ada wilayah yang suplai airnya berkurang, ada juga sumur warga yang debit airnya menurun sehingga membutuhkan pasokan air dari luar," ujar Didi, Senin 27 Juli 2026.
Berdasarkan pemetaan BPBD, terdapat 13 kecamatan yang berpotensi terdampak, di antaranya Kecamatan Antapani, Andir, Babakan Ciparay, Ujungberung, Cicendo, serta beberapa wilayah lainnya. Dari seluruh wilayah tersebut, total terdapat 164 RT yang diperkirakan membutuhkan perhatian khusus apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.
Menurut Didi, Kecamatan Antapani menjadi wilayah dengan potensi krisis air bersih paling tinggi, disusul Andir, Babakan Ciparay, dan beberapa kecamatan lainnya.
"Yang paling banyak itu Antapani. Kemudian Andir, Babakan Ciparay, dan beberapa wilayah lainnya juga cukup banyak yang berpotensi mengalami krisis air bersih," katanya.
Ia menjelaskan, kebutuhan air bersih yang menjadi prioritas adalah untuk keperluan dasar masyarakat, seperti memasak, minum, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Pemetaan tersebut disusun berdasarkan pengalaman penanganan pada musim kemarau di tahun-tahun sebelumnya. Namun hingga pertengahan Juli ini, BPBD belum menerima laporan adanya krisis air bersih di wilayah Kota Bandung.
"Kami berharap kondisinya tetap baik meskipun sudah memasuki musim kemarau. Namun kami sudah menggelar rapat persiapan bersama PDAM sebagai langkah antisipasi," ucapnya.
BPBD juga telah berkoordinasi dengan Perumda Tirtawening. Dari 13 kecamatan yang dipetakan, empat kecamatan dipastikan akan mendapat layanan penuh dari PDAM apabila terjadi krisis air bersih. Selain itu, terdapat satu kecamatan yang akan dibantu oleh pihak filantropi, sementara wilayah lainnya masih dalam proses inventarisasi dukungan.
Didi menegaskan, apabila belum ada pihak yang menangani distribusi air bersih di suatu wilayah, maka PDAM akan menjadi pihak pertama yang bergerak mengirimkan bantuan.
"Polanya nanti, sebelum ada pihak lain yang menangani, PDAM akan bergerak terlebih dahulu. Selanjutnya kami juga akan menganggarkan kebutuhan penanganan pada anggaran perubahan apabila dampak musim kemarau berlangsung hingga Desember nanti," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....