MPLS SMK Pariwisata Telkom Tanamkan Karakter Pancawaluya dan GRAPES kepada Siswa

  • 15 Jul 2026 21:44 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – SMK Pariwisata Telkom Bandung mengawali pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menanamkan pendidikan karakter kepada 150 peserta didik baru. Selama lima hari pelaksanaan MPLS, sekolah mengedepankan pembentukan karakter Pancawaluya yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sekaligus memperkuat budaya sekolah melalui karakter GRAPES.

Ketua Pelaksana MPLS SMK Pariwisata Telkom Bandung, Astri Supriatin, mengatakan kuota penerimaan peserta didik baru tahun ini terpenuhi sesuai target, yakni sebanyak 150 siswa kelas X.

"Untuk kuota siswa baru pada SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 di SMK Pariwisata Telkom Bandung terpenuhi sebanyak 150 siswa kelas X. Terdiri atas tiga kelas Program Kuliner, satu kelas Usaha Layanan Pariwisata, dan satu kelas Perhotelan. Tahun ini jumlah pendaftar meningkat, namun kami tidak menambah kuota maupun rombongan belajar," ujar Astri, Rabu 15 Juli 2026.

Menurut Astri, pelaksanaan MPLS tahun ini diselaraskan dengan arahan Gubernur Jawa Barat yang menitikberatkan pada pembentukan karakter Pancawaluya sebagai upaya mewujudkan keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohani peserta didik.

Di sisi lain, SMK Pariwisata Telkom tetap mempertahankan identitas sekolah melalui penguatan karakter GRAPES yang menjadi budaya dalam kehidupan belajar maupun saat memasuki dunia kerja.

"Karakter yang kami kuatkan selaras dengan ciri khas SMK Pariwisata Telkom, yaitu GRAPES yang meliputi Greeting, Respect, Attitude, Professional, Endurance, English, dan Smile," katanya.

Selama lima hari pelaksanaan MPLS, peserta didik baru tidak hanya mendapatkan materi dari guru, tetapi juga dari berbagai narasumber eksternal. Di antaranya berasal dari kepolisian, tenaga kesehatan, pelaku industri pariwisata, hingga alumni SMK Pariwisata Telkom yang telah sukses berkarier.

Selain mengusung tema Pancawaluya, yayasan juga mengangkat isu kesehatan, ekologi, dan keberlanjutan sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda. Astri menjelaskan, sekolah terus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik.

"Kami selalu menciptakan sekolah yang menyenangkan melalui praktik-praktik baik. Sejak dahulu pembelajaran di SMK Pariwisata Telkom lebih menitikberatkan pada praktik, yakni sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori," ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan data sekolah selama 10 tahun terakhir, sekitar 50 persen lulusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sedangkan 50 persen lainnya langsung bekerja.

Menurutnya, peluang kerja lulusan juga didukung oleh program unggulan yayasan yang membuka kesempatan bekerja di Jepang dan Jerman. "Kami membuat berbagai variasi pembelajaran agar siswa tetap semangat mengejar cita-citanya, siap menghadapi tantangan masa depan, dan mampu bersaing di dunia industri," katanya.

Ketua OSIS SMK Pariwisata Telkom Bandung, Tegar Wiratama, mengatakan pengurus OSIS turut berperan mengenalkan budaya sekolah kepada seluruh peserta didik baru selama MPLS. Menurutnya, siswa kelas X diberikan pemahaman mengenai tata tertib sekolah sekaligus pentingnya membangun karakter sebagai bekal memasuki dunia kerja.

"Pada MPLS ini kami mengedukasi siswa baru agar mematuhi aturan sekolah dan fokus belajar. Kami juga mengenalkan konsep GRAPES yang menjadi karakter utama di SMK Pariwisata Telkom," ujarnya.

Ia menilai penerapan karakter tersebut tidak sulit dilakukan apabila setiap siswa memiliki kemauan dan semangat untuk terus berkembang.

Salah seorang peserta MPLS, Nazla, mengaku memilih SMK Pariwisata Telkom Bandung karena memiliki reputasi yang baik di bidang pendidikan vokasi. Ia menilai fasilitas sekolah yang lengkap, lingkungan belajar yang nyaman, serta sistem pembelajaran yang lebih banyak praktik menjadi alasan utama memilih sekolah tersebut.

"Berdasarkan hasil psikologi dan komunikasi dengan orang tua, saya memilih SMK Pariwisata Telkom karena reputasinya baik, fasilitasnya lengkap, lingkungan sekolahnya nyaman, dan pembelajarannya lebih banyak praktik dibandingkan teori. Saya juga ingin meningkatkan kompetensi diri agar siap menghadapi dunia kerja," ujarnya.

Melalui pelaksanaan MPLS yang mengedepankan karakter Pancawaluya dan budaya GRAPES SMK Pariwisata Telkom Bandung berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memiliki karakter unggul, serta siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia industri sesuai kebutuhan masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....