Siswa Baru Bandung Angkut Lebih dari Satu Ton Sampah dalam Aksi Ekologi MPLS

  • 21 Jul 2026 18:36 WIB
  •  Bandung

Bandung – Ribuan peserta didik baru SMA dan SMK di Kota Bandung menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya 2026 dengan turun langsung membersihkan lingkungan di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra dan aliran Sungai Cidurian, Selasa 21 Juli 2026.

Dalam aksi tersebut, para siswa menemukan berbagai jenis sampah yang mencemari sungai, mulai dari sampah plastik, helm bekas, ban, pembalut, pecahan kaca hingga tengkorak kepala kambing. Temuan itu menjadi gambaran masih tingginya pencemaran di kawasan sungai perkotaan.

Sebanyak 2.041 peserta didik dari sejumlah SMA dan SMK dibagi ke dalam delapan zona agar pembersihan dapat menjangkau berbagai titik di sekitar TMP Cikutra. Kegiatan ini melibatkan sejumlah komunitas pemerhati lingkungan, termasuk River Cleanup Indonesia.

Baihaqi, siswa baru SMKN 5 Bandung, mengaku pengalaman menyusuri sungai untuk mengangkat sampah menjadi salah satu momen paling berkesan selama MPLS. Meski harus berkotor-kotoran, ia menilai kegiatan tersebut memberikan pelajaran penting tentang kepedulian terhadap lingkungan.

"Senang. Tidak masalah kotor, yang penting sungainya jadi lebih bersih," ujarnya.

Selama proses pembersihan, Baihaqi bersama rekan-rekannya mengumpulkan berbagai jenis limbah yang selama ini mencemari Sungai Cidurian. Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan keterlibatan langsung masyarakat, bukan sekadar imbauan.

Hal serupa dirasakan Fazril, peserta didik baru SMKN 5 Bandung. Selain ikut membersihkan sungai, ia juga mendapat pembelajaran mengenai pemilahan sampah berdasarkan kategorinya, seperti organik, anorganik, sampah tajam, hingga limbah yang sulit terurai.

Menurut Fazril, sampah plastik menjadi jenis limbah yang paling banyak ditemukan selama kegiatan berlangsung. Ia berharap masyarakat dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan lebih memanfaatkan produk yang dapat didaur ulang untuk mengurangi pencemaran lingkungan. "Kegiatan ini juga menyenangkan karena kami bisa mengenal teman-teman dari sekolah lain sambil melakukan aksi yang bermanfaat," katanya.

Sementara itu, Country Lead River Cleanup Indonesia, Egar, mengapresiasi semangat para peserta didik yang terlibat dalam aksi tersebut. Dalam waktu sekitar 60 menit, para peserta berhasil mengumpulkan 987,21 kilogram sampah nonorganik. Jika ditambah sampah organik berupa daun dan ranting, total sampah yang terkumpul mencapai lebih dari satu ton.

Menurut Egar, capaian tersebut menunjukkan bahwa aksi kolektif mampu memberikan dampak nyata terhadap kebersihan lingkungan. Ia berharap pengalaman yang diperoleh para siswa tidak berhenti sebagai bagian dari kegiatan MPLS, tetapi menjadi kebiasaan yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui Aksi Ekologi ini, para peserta didik tidak hanya diperkenalkan pada lingkungan sekolah, tetapi juga diajak menumbuhkan kepedulian terhadap isu lingkungan sejak dini dengan terlibat langsung dalam upaya menjaga kebersihan sungai dan kawasan permukiman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....