Disdik Bandung MPLS Humanis dan Ramah Bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus

  • 13 Jul 2026 15:04 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di seluruh jenjang TK, SD, dan SMP berlangsung secara humanis, inklusif, serta memperhatikan kebutuhan setiap peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.

‎‎Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan sebelum pelaksanaan MPLS dimulai. Salah satunya melalui kegiatan Zoom Meeting yang diikuti hampir 3.000 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik.

‎‎Dalam kegiatan tersebut, Disdik menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten, mulai dari psikolog, Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIPAI), hingga Ummi Oded selaku Ketua Komunitas Peduli Anak. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada seluruh sekolah mengenai pelaksanaan MPLS yang ramah anak dan bebas dari praktik perundungan maupun kekerasan.

‎"Sebelum MPLS kami melaksanakan Zoom Meeting yang diikuti hampir 3.000 peserta. Kami menghadirkan narasumber dari psikolog, Ketua HIPAI, serta Ummi Oded sebagai Ketua Peduli Anak. Intinya, pelaksanaan MPLS tahun ini harus dilakukan secara humanis," ujar Asep, Senin 13 Juli 2026.


‎‎Selain menekankan pendekatan yang humanis, Disdik juga menginstruksikan seluruh kepala sekolah, baik di tingkat TK, SD, maupun SMP, agar memberikan perhatian khusus kepada peserta didik berkebutuhan khusus selama mengikuti kegiatan MPLS.

‎‎"Kami juga sudah memerintahkan seluruh kepala sekolah, baik TK, SD maupun SMP, supaya benar-benar cermat terhadap peserta didik yang berkebutuhan khusus," katanya.

‎‎Asep menjelaskan, kebutuhan layanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus telah dipetakan di sejumlah sekolah. Menurutnya, setiap sekolah telah memiliki mekanisme pendampingan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa.


‎‎Ia menambahkan, Disdik akan terus memperkuat sistem pendataan dan layanan melalui koordinasi dengan berbagai instansi, termasuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), sehingga seluruh peserta didik dapat terdata dengan baik dan memperoleh layanan pendidikan yang sesuai.

‎"Kita akan perkuat sistemnya, termasuk berkoordinasi dengan Disdukcapil. Semua itu sudah diperhitungkan dan telah menjadi bagian dari hasil evaluasi yang kami lakukan," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....