MPLS SMPN 43 Bandung Berlangsung Ramah dan Edukatif

  • 13 Jul 2026 10:20 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kota Bandung resmi dimulai pada Senin 13 Juli 2026. Salah satu sekolah yang melaksanakan kegiatan tersebut adalah SMP Negeri 43 Kota Bandung yang menerima kunjungan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pada hari pertama pelaksanaan MPLS.

‎Kepala SMPN 43 Bandung, Elis Rahmawati, mengatakan kegiatan MPLS dilaksanakan selama lima hari dengan materi yang dirancang untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara menyenangkan, edukatif, dan bebas dari praktik perpeloncoan.

‎"Selama lima hari. Untuk hari ini pematerinya berasal dari narasumber internal, yaitu guru-guru di sekolah. Besok akan ada materi wajib dan juga materi pilihan. Materi wajib sesuai arahan Kementerian, seperti Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Sapa Pagi Ceria, Etika Bermedia Sosial, serta Budaya Salam Sapa 5S. Semua itu sudah kami laksanakan," ujar Elis usai sambut kunjungan Wali Kota Bandung di SMPN 43, Senin 13 Juli 2026.


‎‎Selain materi wajib, sekolah juga menghadirkan sejumlah materi pilihan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Untuk memperkaya pembelajaran, SMPN 43 melibatkan sejumlah instansi sebagai narasumber.

‎‎"Untuk materi pilihan kami sesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Misalnya materi tanggap bencana kami mengundang BPBD. Kemudian untuk edukasi kesehatan dan gizi kami bekerja sama dengan Puskesmas setempat. Jadi anak-anak mendapatkan bekal yang lebih lengkap," katanya.

‎‎Pada tahun ajaran 2026/2027, SMPN 43 Bandung menerima sebanyak 318 peserta didik baru yang terbagi ke dalam sembilan rombongan belajar.

‎"Untuk siswa baru saat ini berjumlah 318 orang yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar. Mudah-mudahan tidak ada penambahan lagi," ucapnya.

‎‎Elis menjelaskan seluruh persiapan MPLS telah dilakukan sejak sepekan sebelum kegiatan dimulai. Meski informasi mengenai kunjungan Wali Kota Bandung baru diterima pada malam sebelumnya, seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan dengan baik.

‎‎"Persiapan MPLS sudah kami lakukan sejak seminggu lalu. Untuk kunjungan Pak Wali memang pemberitahuannya mendadak tadi malam. Namun alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Pembukaan MPLS sebenarnya sudah saya lakukan melalui upacara pagi, kemudian tadi kembali dibuka secara simbolis oleh Pak Wali," katanya.

‎‎Ia juga memastikan pelaksanaan MPLS di SMPN 43 sepenuhnya bebas dari praktik senioritas maupun perpeloncoan. Peran siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) hanya sebagai pendamping untuk membantu peserta didik baru beradaptasi.

‎‎"Untuk senioritas tidak ada, apalagi perpeloncoan. Kami justru meminta bantuan pengurus OSIS untuk menjadi pendamping bagi adik-adik kelasnya selama kegiatan berlangsung," tegasnya.

‎‎Sementara itu, salah seorang peserta MPLS, Aqilah, mengaku senang akhirnya bisa diterima di sekolah yang sejak lama menjadi impiannya.

‎"Saya memang ingin sekolah di sini. Cita-cita saya ingin menjadi pelukis. Semoga bisa berprestasi dan mendapat nilai yang tinggi," ucapnya.

‎‎Menurut Aqilah, hari pertama MPLS berlangsung menyenangkan. Ia mengikuti upacara, berkenalan dengan para guru serta teman-teman baru di kelas.

‎‎"Seru. Tadi upacara, terus banyak kegiatan. Sudah kenal dengan guru dan teman-teman, bahkan sudah punya teman sebangku," katanya.

‎‎Hal senada disampaikan peserta MPLS lainnya, Ferjian. Ia mengaku merasa nyaman mengikuti hari pertama sekolah karena suasananya ramah dan tidak ada tindakan yang membuat siswa baru merasa takut.

‎"Senang bisa dapat teman baru. Hari pertama seru. Tidak takut karena tidak ada yang menyuruh macam-macam atau perpeloncoan," tandasnya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....