Sekda Bandung Pastikan MPLS Berlangsung Ramah Anak,tanpa Perpeloncoan

  • 13 Jul 2026 12:53 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, meninjau pelaksanaan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SD Negeri 001 Merdeka dan SMP Negeri 5 Bandung, Senin 13 Juli 2026. Dalam kunjungannya, Iskandar menegaskan bahwa MPLS harus menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi peserta didik baru, tanpa praktik perpeloncoan maupun bentuk kekerasan yang dapat berdampak pada kesehatan mental anak.

‎‎Di hadapan ratusan peserta didik baru, orang tua, dan tenaga pendidik di SD Negeri 001 Merdeka, Iskandar menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa yang memulai perjalanan pendidikan mereka. Ia berharap MPLS menjadi langkah awal yang positif untuk membangun semangat belajar sekaligus meraih cita-cita.

‎"Selamat kepada anak-anak dan juga orang tua yang memulai pembelajaran pada hari ini. Mudah-mudahan ke depan belajarnya sukses sesuai dengan cita-cita yang diinginkan oleh anak-anak maupun orang tuanya," ujar Iskandar, senin 2026.

‎Ia menuturkan, konsep MPLS saat ini telah berubah dibandingkan masa lalu. Menurutnya, kegiatan pengenalan lingkungan sekolah tidak lagi identik dengan orientasi yang bersifat keras atau penuh tekanan.

‎‎"Kalau dulu mungkin kita mengenal ospek. Sekarang sudah tidak seperti itu. Anak-anak datang ke sekolah dengan zamannya sendiri. MPLS harus menjadi kegiatan yang menyenangkan, membangun karakter, dan membuat anak merasa nyaman," katanya.


‎‎Iskandar menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Hal tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mental peserta didik, terutama di tengah meningkatnya perhatian terhadap persoalan kesehatan mental anak usia sekolah.

‎‎"Ada data yang menyebutkan lebih dari 60 persen anak mengalami depresi. Karena itu sekolah harus menjadi tempat yang happy. Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak-anak," ungkapnya.

‎‎Ia juga mengapresiasi konsep MPLS di SD Negeri 001 Merdeka yang melibatkan siswa kakak kelas dalam menyambut peserta didik baru. Menurutnya, pendekatan tersebut mampu membangun rasa kekeluargaan sekaligus membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah.


‎‎Selain itu, Pemerintah Kota Bandung, kata Iskandar, akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan anggaran pendidikan serta perbaikan sarana dan prasarana sekolah.

‎‎"Kami dari pemerintah akan terus mendukung, baik dari sisi anggaran pendidikan maupun infrastruktur. Nanti kita lihat apa saja yang perlu diperbaiki agar proses belajar mengajar semakin nyaman," ujarnya.

‎‎Usai meninjau SD Negeri 001 Merdeka, Iskandar melanjutkan kunjungan ke SMP Negeri 5 Bandung. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh peserta didik baru untuk bangga menjadi bagian dari salah satu sekolah unggulan di Kota Bandung.

‎‎"Saya ucapkan selamat kepada anak-anakku yang masuk SMPN 5 Bandung. Harus bangga menjadi siswa SMPN 5," katanya.


‎‎Ia kembali menegaskan bahwa MPLS bukan lagi ajang untuk memberikan hukuman ataupun tekanan kepada peserta didik baru.

‎‎"Sekarang tidak ada lagi yang namanya dipojokkan atau perpeloncoan. Anak-anak justru harus dibimbing oleh kakak-kakak OSIS agar mengenal lingkungan sekolah dan merasa nyaman," tuturnya.

‎‎Menurut Iskandar, selain rumah bersama keluarga, sekolah juga harus menjadi rumah kedua bagi peserta didik yang dipenuhi rasa aman, perhatian, dan dukungan dari para guru.

‎‎"Selain rumah bersama ayah dan ibu, sekolah juga harus menjadi rumah kedua bersama bapak dan ibu guru," ucapnya.


‎‎Ia pun berpesan agar seluruh siswa menghormati guru, belajar dengan sungguh-sungguh, serta terus mengejar cita-cita hingga dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang diinginkan.

‎Sementara itu, Kepala SD Negeri 001 Merdeka, Sri Winggowati, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan memerlukan kolaborasi erat antara sekolah dan keluarga.

‎"Kami menerima amanah dari orang tua untuk mendidik dan membimbing anak-anak selama berada di sekolah. Namun pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Ketika anak berada di sekolah selama sekitar tujuh jam, maka waktu selebihnya menjadi bagian orang tua di rumah. Pendidikan di sekolah dan di rumah harus berjalan selaras," ucapnya.

‎Sri juga mengajak seluruh peserta didik baru untuk membiasakan hidup disiplin, menghormati guru, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah sebagai bekal selama menempuh pendidikan di SD Negeri 001 Merdeka.

‎‎Pada kesempatan yang sama, perwakilan orang tua siswa, Ayahanda Alzaidan, menyampaikan kepercayaan penuh kepada pihak sekolah dalam mendampingi putra-putri mereka selama menempuh pendidikan.

‎"Kami menitipkan putra-putri kami kepada Bapak dan Ibu guru untuk dibimbing, dididik, dan diarahkan agar tumbuh menjadi anak yang berakhlak baik, disiplin, percaya diri, serta semangat belajar. Kami percaya pendidikan terbaik lahir dari kerja sama antara sekolah dan orang tua," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....