Pertamina EP Latih Warga untuk Siap sebelum Bencana Tiba Subang

  • 13 Jul 2026 11:54 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Bencana sering datang tanpa tanda. Namun, dampaknya dapat diminimalkan ketika masyarakat memiliki pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kemampuan untuk bertindak cepat.

Pengetahuan mengenai langkah penyelamatan, kemampuan mengenali potensi risiko, hingga koordinasi yang baik saat kondisi darurat menjadi bekal penting dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana. Kesadaran bahwa kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam mengurangi risiko bencana mendorong Pertamina EP Subang Field bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang dan Pemerintah Kecamatan Pusakajaya menggelar Sosialisasi Mitigasi Bencana di Aula Kantor Kecamatan Pusakajaya, Selasa 7 Juli 2026 lalu.

Tujuh puluh lima orang dari 8 desa di Kecamatan Pusakajaya turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, yakni dari Desa Bojong Jaya, Bojong Tengah, Karanganyar, Kebondanas, Pusakajaya, Rancadaka, Cigugur, dan Cinangsi. Selain aparatur desa, kegiatan juga diikuti oleh unsur pemerintah kecamatan dan tokoh masyarakat, yang diharapkan dapat menjadi agen penyebarluasan pengetahuan mitigasi bencana di wilayah masing-masing.

Wilayah Kecamatan Pusakajaya diketahui memiliki kerentanan terhadap berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, kekeringan, dan angin puting beliung. Selain itu, berbagai kajian juga menunjukkan adanya indikasi jalur Sesar Baribis yang melintasi kawasan Sungai Cipunagara.

Kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya membangun budaya kesiapsiagaan sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana di tingkat masyarakat. Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi mitigasi bencana oleh Sekretaris BPBD Kabupaten Subang, Asep Sudrajat.

Peserta memperoleh pemahaman mengenai karakteristik ancaman bencana di wilayah Subang, langkah-langkah mitigasi, serta pentingnya kesiapsiagaan sebagai upaya mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan ketika bencana terjadi. Materi kemudian dilanjutkan oleh Superintendent HSSE Pertamina EP Subang Field, Arif Ardiansyah, yang membahas mitigasi kebakaran di lingkungan permukiman.

Dalam paparannya, Arif menjelaskan berbagai penyebab kebakaran yang umum terjadi, langkah-langkah pencegahan, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga tindakan awal yang harus dilakukan masyarakat untuk mencegah meluasnya kebakaran sebelum bantuan tiba. Sebagai penguatan materi, peserta juga mengikuti simulasi evakuasi yang dipandu langsung oleh tim BPBD Kabupaten Subang.

Simulasi ini memberikan pengalaman praktis mengenai prosedur penyelamatan diri, koordinasi saat kondisi darurat, hingga langkah-langkah evakuasi yang aman sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam situasi nyata. Head of Communication, Relations & CID Zona 7, Wazirul Luthfi, mengatakan bahwa peningkatan kapasitas masyarakat merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh terhadap berbagai potensi bencana.

"Keselamatan merupakan tanggung jawab setiap orang, melalui sosialisasi dan simulasi ini, Pertamina EP Subang Field mendukung peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai potensi bencana. Kami berharap sinergi bersama pemerintah daerah dan BPBD dapat menumbuhkan budaya sadar bencana sehingga masyarakat lebih tanggap dan mampu meminimalkan risiko ketika bencana terjadi," ujarnya dalam rilis yang diterima RRI Senin 13 Juli 2026.

Superintendent HSSE PT Pertamina EP Subang Field, Arif Ardiansyah, menambahkan bahwa membangun budaya keselamatan harus dimulai dari lingkungan terdekat.

"Sebagian besar kejadian kebakaran sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat memahami sumber-sumber potensi bahaya dan mengetahui langkah penanganan awal yang tepat. Melalui edukasi ini kami ingin membangun budaya keselamatan, sehingga masyarakat tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat membantu lingkungan sekitarnya ketika menghadapi kondisi darurat," jelasnya.

Apresiasi juga disampaikan Camat Pusakajaya, Dadang Kosasih. Menurutnya, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan BPBD menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana. "Kecamatan Pusakajaya merupakan wilayah yang cukup rentan terhadap banjir, kekeringan, maupun puting beliung.

Edukasi seperti ini sangat penting agar aparatur desa dan masyarakat memahami langkah-langkah mitigasi serta mampu menjadi garda terdepan dalam menghadapi kondisi darurat. "Kami mengapresiasi kepedulian PT Pertamina EP Subang Field yang terus mendukung upaya pengurangan risiko bencana di wilayah kami," ungkapnya.

Senada dengan itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Subang, Asep Sudrajat, menegaskan bahwa mitigasi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.

"Keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya ditentukan oleh kecepatan respons saat kejadian, tetapi juga oleh kesiapsiagaan yang dibangun sejak dini. Ketikamasyarakat memahami potensi ancaman di wilayahnya dan mengetahui cara menyelamatkan diri, dampak bencana dapat ditekan seminimal mungkin. Kami mengapresiasi kolaborasi PT Pertamina EP Subang Field dalam memperkuat kapasitas masyarakat melalui kegiatan ini," katanya.

Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan BPBD Kabupaten Subang, Pertamina EP Subang Field terus mendorong terbangunnya budaya pentingnya keselamatan dan kesiapan bencana di tengah masyarakat. Dengan demikian, komunitas di sekitar wilayah operasi diharapkan semakin tangguh, adaptif, dan mampu melindungi diri maupun lingkungan ketika bencana terjadi

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....