Tidak Lolos SPMB,Gubernur Jabar Respons Keluhan Calon Murid Terkait Subsidi SSK

  • 13 Jul 2026 10:23 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons keluhan seorang calon murid yang mengaku belum mendapat kepastian mengenai subsidi Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) setelah tidak lolos pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap 1 dan 2.

Calon murid tersebut diketahui mendaftar ke SMK Karya Pembangunan (KP) Baleendah, Kabupaten Bandung, salah satu sekolah mitra Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam Program SSK. Melalui video yang diunggah ulang di akun Instagram pribadinya, calon murid itu menyampaikan belum memperoleh kejelasan mengenai mekanisme subsidi dari Pemprov Jabar.

“Saya sudah mendatangi sekolah tersebut yang bekerja sama dengan Pemprov Jabar, SSK. Responsnya adalah belum ada kejelasan subsidi,” ujarnya, Minggu 12 Juli 2026.

Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menyampaikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat telah berkomunikasi dengan pihak sekolah untuk mengklarifikasi informasi yang beredar.

“Terima kasih buat adik atas seluruh keluhannya. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sudah menghubungi pihak sekolah,” kata Dedi.

Berdasarkan hasil komunikasi, pihak SMK KP Baleendah menegaskan tidak pernah menolak calon murid tersebut. Sekolah juga menyampaikan telah menerima banyak peserta didik melalui Program Beasiswa Provinsi Jawa Barat. Kepala sekolah bahkan mengaku telah berupaya menghubungi nomor telepon calon murid, namun belum mendapat tanggapan.

Untuk memastikan persoalan terselesaikan, Dedi meminta calon murid itu kembali datang ke SMK KP Baleendah pada Minggu (12/07/2026). Ia menegaskan pihak sekolah, panitia, serta Kepala UPTD Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat akan hadir untuk melakukan klarifikasi langsung.

“Kalau susah komunikasinya, besok ditunggu di SMK KP Baleendah oleh pihak panitia, Kepala Sekolah, bahkan saya mengutus Kepala UPTD Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk bertemu,” ucapnya.

Di akhir keterangannya, Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami calon murid tersebut.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Salam buat orang tua. Sehat selalu. Dan satu pesan, jangan marah-marah lagi ya,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....