SPMB 2026 Hampir Rampung dan Seluruh Kursi SMP Negeri di Bandung Hampir Terisi

  • 08 Jul 2026 19:40 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Bandung 2026 untuk jenjang SMP hampir selesai. Pemerintah Kota Bandung memastikan kuota kursi di SMP negeri kini hampir seluruhnya telah terpenuhi dan proses penerimaan ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026.

‎‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan seluruh tahapan SPMB berjalan sesuai rencana. Ia juga mengimbau para orang tua agar tidak melakukan pelanggaran administrasi yang dapat berujung pada diskualifikasi calon peserta didik.

‎‎"Insya Allah akhir Juli ini semua sudah selesai. Saya hanya menghimbau kepada para orang tua untuk menghindari lagi yang namanya diskualifikasi," ujar Farhan di Bandung, Rabu 8 Juli 2026.


‎‎Farhan mengaku prihatin terhadap peserta yang harus didiskualifikasi. Meski demikian, ia memastikan pemerintah tetap menyediakan akses pendidikan melalui sekolah swasta.

‎‎"Kalau yang didiskualifikasi, saya sangat prihatin karena bagaimanapun juga itu anak-anak kita. Tapi insya Allah ruang, kelas, dan kursi di sekolah swasta bagi mereka yang didiskualifikasi dari SPMB akan selalu tersedia," katanya.

‎‎Ia kembali mengingatkan orang tua agar tidak mencari celah atau melakukan cara-cara yang melanggar aturan demi memperoleh kursi di sekolah negeri.

‎‎"Jangan sampai mencari peluang-peluang yang justru nanti berdampak. Yang kena dampaknya anak-anak. Kasihan," ujarnya.


‎‎Menurut Farhan, setiap kursi yang kosong akibat adanya peserta yang didiskualifikasi langsung diisi oleh calon peserta didik yang berada dalam daftar antrean.

‎‎"Itu sudah diisi langsung oleh antrean. Antreannya banyak. Langsung semua SMP negeri, alhamdulillah, terisi dengan baik," ucapnya.

‎‎Setelah proses SPMB selesai, Pemkot Bandung akan memfokuskan perhatian pada pemerataan akses pendidikan, terutama di wilayah yang masih mengalami kekurangan sekolah negeri.

‎‎"Yang paling harus diperhatikan sekarang adalah blank spot sekolah. Di beberapa kecamatan kadang hanya ada satu SMP negeri, bahkan ada yang tidak memiliki SMP negeri. Kalau itu sudah teratasi, baru kita akan berjuang menambah SMA negeri di Kota Bandung secara masif," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....