Pemkot Bandung Latih 3.500 Warga lewat Program Reses DPRD
- 08 Jul 2026 17:36 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi memulai Pelatihan Akomodir Reses Anggota DPRD Kota Bandung Tahun 2026 dengan melibatkan 3.500 peserta yang mengikuti 175 paket pelatihan di berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang tersebar di seluruh daerah pemilihan (dapil) di Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, M. Farhan, mengapresiasi dukungan DPRD Kota Bandung yang telah mengakomodasi aspirasi masyarakat melalui program pelatihan berbasis keterampilan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung serta seluruh LPK dan LPP yang menjadi mitra pelaksana, termasuk LPK Ariyanti.
Menurut Farhan, kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama bagi kemajuan sebuah kota. Ia menegaskan, indikator kota maju tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, karakter, dan etos kerja yang kuat.
"Investasi terbaik adalah membangun manusia yang produktif, kreatif, dan berdaya saing. Itulah ciri masyarakat Kota Bandung yang harus terus kita dorong," ujar Farhan saat membuka pelatihan di LPK Ariyanti kota Bandung, Rabu 8 Juli 2026.
Farhan menilai perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan otomatisasi telah mengubah dunia kerja secara signifikan. Berbagai jenis pekerjaan baru terus bermunculan, sementara pekerjaan yang sudah ada ikut bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi.
Di sisi lain, Indonesia tengah menikmati bonus demografi dengan dominasi penduduk usia produktif. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan peluang besar apabila diiringi dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja.
"Bonus demografi hanya akan menjadi angka di atas kertas apabila tidak dibarengi dengan upaya menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kualitas tenaga kerja. Karena itu, pelatihan vokasi berbasis unit kompetensi menjadi jembatan antara kebutuhan dunia usaha dan dunia industri dengan kemampuan para pencari kerja," katanya.
Ia berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan tidak sekadar mengejar sertifikat. Farhan berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu meningkatkan kompetensi sekaligus membangun karakter sebagai bekal meraih kesuksesan.
Selain itu, ia mendorong peserta untuk tidak hanya memiliki pola pikir sebagai pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja melalui keterampilan yang dimiliki.
"Pemkot Bandung ingin masyarakat tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu membuka peluang usaha sendiri sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru," ungkapnya.
Farhan menegaskan, Pemkot Bandung akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan, sertifikasi kompetensi, perluasan kesempatan kerja, hingga penguatan ekonomi kreatif dan kewirausahaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Bandung UTAMA (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis).
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat agar lebih cepat memperoleh pekerjaan maupun membangun usaha secara mandiri sehingga mampu menekan angka pengangguran di Kota Bandung.
Pelatihan berlangsung mulai 8 Juli 2026 selama 10 hari dengan delapan jenis pelatihan, yakni catering, pastry, pastry level 2, barista dasar, digital marketing, tata rias pengantin, tata rias remaja, dan barber.
Menurut Yayan, jenis pelatihan tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan pasar kerja serta pengalaman Disnaker dalam mengidentifikasi bidang yang memiliki peluang penyerapan tenaga kerja tinggi maupun potensi usaha yang menjanjikan.
"Pelatihan ini kami susun berdasarkan data dan pengalaman bahwa bidang-bidang tersebut relatif cepat menyerap tenaga kerja dan juga mudah dikembangkan menjadi usaha mandiri oleh masyarakat," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....