FPK Dorong Harmoni Wali Kota dan Wakil Demi Jaga Persatuan dan Kepercayaan Publik
- 08 Jul 2026 15:35 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Bandung mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan hubungan antara Wali Kota Bandung dan Wakil Wali Kota. Menurut FPK, kekompakan pimpinan daerah menjadi kunci dalam menjaga persatuan serta memberikan ketenangan bagi masyarakat.
Ketua FPK Kota Bandung, Tjatja Kuswara, mengatakan setiap perbedaan yang muncul sebaiknya diselesaikan dengan mengedepankan semangat persatuan sebagaimana nilai Bhinneka Tunggal Ika. Ia menilai, setelah berbagai perbedaan disatukan dalam satu tujuan, seluruh pihak perlu menjaga kebersamaan agar pemerintahan berjalan kuat dan kokoh.
"Kalau melihat situasi itu, sebetulnya kita harus kembali kepada suasana awal, saat menemukan titik temu. Prinsip pembauran, persatuan, dan kesatuan bangsa adalah Bhinneka Tunggal Ika. Asalnya berbeda-beda, kemudian menjadi satu. Kalau sudah menjadi satu, jangan sampai kembali berbeda-beda," ujar Tjatja usai kegiatan Menyongsong 81 Tahun Indonesia Merdeka: Peran Tokoh Masyarakat dalam Mewujudkan Bandung Utama di Hotel Asrilia, Bandung, Rabu 9 Juli 2026.
Ia menegaskan, kebersamaan antara pemimpin dan seluruh unsur pemerintahan harus terus dijaga. Menurutnya, hubungan yang tidak harmonis di internal pemerintahan hanya akan menimbulkan persoalan yang pada akhirnya merugikan semua pihak, termasuk masyarakat.
Tjatja menjelaskan bahwa pemerintah daerah terdiri atas kepala daerah, wakil kepala daerah, dan seluruh perangkat daerah. Sementara pemerintahan daerah mencakup pemerintah daerah bersama DPRD. Karena itu, seluruh unsur penyelenggara pemerintahan harus mampu menunjukkan sikap yang menyejukkan dan menjadi teladan bagi masyarakat.
"Yang namanya pemerintah daerah adalah kepala daerah, wakil kepala daerah, bersama seluruh perangkat daerah. Sedangkan pemerintahan daerah adalah pemerintah daerah bersama DPRD. Semua harus menjadi figur yang menyenangkan dan menyejukkan bagi masyarakat," katanya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik. Menurutnya, ucapan yang tidak mendukung suasana kebersamaan berpotensi memengaruhi masyarakat dan mengganggu semangat persatuan.
"Jangan sampai masyarakat terpengaruh oleh ungkapan-ungkapan yang tidak mendukung suasana kebersamaan. Kunci sukses di Indonesia adalah musyawarah untuk mufakat dan kebersamaan antara para penyelenggara pemerintahan bersama masyarakat. Kuncinya hanya itu," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....