Pemkot Bandung Siapkan Kantong Parkir Rekayasa Lalu Lintas Untuk Festival AAF

  • 08 Jul 2026 16:23 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan sejumlah kantong parkir serta skema rekayasa lalu lintas untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan Festival Asia Afrika yang akan berlangsung pada 11–12 Juli 2026. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi lonjakan kendaraan dan kepadatan arus lalu lintas selama rangkaian acara berlangsung.

‎‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan kantong parkir akan disediakan di sejumlah titik strategis, mulai dari Jalan Naripan hingga kawasan Cikapundung. Lokasi tersebut juga mencakup area di sekitar titik awal dan akhir kegiatan festival.

‎‎"Kantong parkir akan disiapkan mulai dari Jalan Naripan sampai ke Cikapundung. Itu semua akan dijadikan sebagai kantong parkir, termasuk titik start dan titik finish-nya," ujar Farhan, Rabu 8 Juli 2026.


‎‎Selain menyiapkan lokasi parkir, Pemkot Bandung bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung dan Polrestabes Bandung juga tengah menyusun rekayasa lalu lintas berdasarkan hasil analisis dampak lalu lintas di kawasan penyelenggaraan acara.

‎‎"Untuk rekayasa jalan, sekarang sedang dilakukan berbagai macam analisis dampak lalu lintasnya oleh Dishub dan juga Polrestabes," katanya.‎

‎Farhan menegaskan, Pemkot Bandung tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik parkir liar maupun pungutan parkir yang tidak sesuai ketentuan selama festival berlangsung. Pengawasan akan diperketat agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat menghadiri acara.

‎‎"Begitu kita menemukan ada yang parkir liar, kita akan sikat. Tidak boleh ada parkir liar, tidak boleh ada getok parkir," tegasnya.

‎‎Festival Asia Afrika tahun ini akan menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari simposium persiapan pendaftaran kawasan Jalan Asia Afrika sebagai Warisan Dunia UNESCO, jamuan makan malam bersama para duta besar negara-negara Asia Afrika, hingga pawai budaya yang menjadi agenda utama.

‎‎Farhan menyebutkan, salah satu agenda istimewa adalah diplomasi kopi yang akan mempertemukan Pemerintah Kota Bandung dengan 25 duta besar negara-negara Asia Afrika.

‎‎"Kita akan memperkenalkan diplomasi kopi. Jadi kita akan ngopi bareng dengan 25 duta besar negara-negara Asia Afrika yang kita undang ke sini," ucapnya.

‎‎Pawai Festival Asia Afrika akan diikuti sekitar 30 peserta dengan rute dari kawasan Hotel Homan menuju Gedung Merdeka. Pemerintah menargetkan pelaksanaan pawai berlangsung sekitar dua jam agar tidak terlalu mengganggu aktivitas masyarakat.

‎"Diikuti oleh 30 peserta. Kita akan bikin cepat saja, paling dua jam selesai," katanya.

‎‎Sementara itu, pusat kegiatan festival akan dipusatkan di kawasan Braga Pendek mulai pukul 08.00 WIB. Beragam acara akan digelar, mulai dari pertunjukan seni budaya, bazar, seminar hingga penampilan delegasi internasional.

‎‎Menurut Farhan, sedikitnya dua kelompok seni dari luar negeri akan tampil dalam festival tersebut. Salah satunya berasal dari Petaling Jaya, Malaysia, yang tidak hanya menampilkan kesenian daerah, tetapi juga menjalin kerja sama budaya dengan Kota Bandung.

‎‎"Kalau tidak salah, salah satunya berasal dari Petaling Jaya, Malaysia yang akan menampilkan karya budaya sekaligus menjalin kerja sama dengan Kota Bandung," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....