Dishub Bandung Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas jelang Reaktivasi Bandara Husein
- 08 Jul 2026 15:24 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mulai melakukan uji coba manajemen rekayasa lalu lintas di kawasan Bandara Husein Sastranegara sebagai persiapan menjelang reaktivasi penerbangan komersial yang dijadwalkan berlangsung pada 17 September 2026.
Kepala Seksi Perlengkapan Jalan Dishub Kota Bandung, Dimas Sodik Mikail, mengatakan uji coba tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi bersama Lanud Husein Sastranegara, Angkasa Pura, dan Satlantas Polrestabes Bandung.
"Hari ini kami melakukan uji coba survei lapangan terkait dengan manajemen rekayasa lalu lintas," ujar Dimas, rabu 8 Juli 2026.
Dalam rekayasa yang diuji coba, arus kendaraan menuju bandara mengalami perubahan. Jika sebelumnya kendaraan masuk melalui jalur sebelah kanan dengan sistem contra flow, kini akses masuk dialihkan ke jalur sebelah kiri. Sementara itu, kendaraan yang keluar dari bandara juga tetap menggunakan lajur kiri sehingga sesuai dengan pola lalu lintas normal di Indonesia.
"Nah ini kita uji coba untuk rekayasa lalu lintasnya dan kita melihat, meninjau di lapangan dengan manajemen yang kita sepakati atau kita rekomendasikan," katanya.
Dishub juga memetakan sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi perlambatan arus kendaraan, terutama di area persimpangan (crossing) yang dinilai rawan menimbulkan kemacetan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dishub mengusulkan penambahan rambu lalu lintas, papan petunjuk arah, serta informasi bagi penumpang dan pengunjung bandara.
"Ada juga beberapa yang kita usulkan untuk penempatan rambu-rambu lalu lintas, petunjuk dan informasi buat pengunjung bandara, para penumpang, sehingga bisa lebih informatif, lebih jelas arus lalu lintasnya dan meminimalisir terjadinya kemacetan di bandara," ujarnya.
Menurut Dimas, pada tahap awal operasional nanti jumlah penerbangan dan penumpang diperkirakan belum akan seramai saat Bandara Husein masih beroperasi penuh. Karena itu, rekayasa lalu lintas yang diterapkan akan terus dievaluasi seiring meningkatnya aktivitas penerbangan.
"Begitu adanya peningkatan penumpang dan juga adanya kepadatan, kita akan mencari solusi apabila terjadi masalah di kemudian hari ketika adanya kepadatan seperti itu," ucapnya.
Selain perubahan arus kendaraan, sistem akses menuju area parkir juga akan diubah. Seluruh kendaraan yang hendak memasuki kawasan bandara akan diarahkan ke sisi kiri sebelum masuk ke area parkir. Sementara kendaraan yang hanya mengantar atau menurunkan penumpang (drop off) disediakan lajur khusus sehingga dapat langsung keluar tanpa harus memasuki area parkir.
"Nanti ada lajur khusus bilamana hanya untuk melintas untuk drop off penumpang. Itu bisa langsung keluar, tapi kalau yang parkir bisa langsung parkir di tempat parkir bandara," jelasnya.
Meski demikian, kapasitas parkir Bandara Husein Sastranegara masih terbatas. Berdasarkan Satuan Ruang Parkir (SRP), area parkir yang tersedia hanya mampu menampung sekitar 109 mobil.
"Kalaupun nanti penuh seperti yang sebelum-sebelumnya, ya kita mungkin nanti merencanakan kembali untuk menyiapkan kantong-kantong parkir alternatif di bandara ini," katanya.
Ia menambahkan, pembahasan mengenai lokasi kantong parkir tambahan maupun kesiapan operasional taksi daring masih belum dilakukan karena saat ini pemerintah masih memfokuskan persiapan pada reaktivasi bandara dan penataan lalu lintas.
"Jadi kami baru melakukan rekayasa lalu lintas saja, kemudian melengkapi fasilitas infrastruktur yang ada di bandara dulu," ujarnya.
Dishub menargetkan seluruh rambu lalu lintas dan fasilitas pendukung dapat terpasang sebelum Bandara Husein Sastranegara kembali beroperasi pada pertengahan September mendatang.
"Ini kita survei hari ini. Insya Allah minggu depan kita siapkan dan sebelum pembukaan bandara itu sudah siap semua," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....