FPK: Transportasi, Sampah dan Banjir, Tiga Tantangan Utama Kota Bandung
- 08 Jul 2026 15:16 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Bandung, Tjatja Kuswara, menilai masih ada tiga persoalan utama yang menjadi tantangan besar bagi Kota Bandung, yakni kemacetan lalu lintas, pengelolaan sampah, dan banjir. Menurutnya, penyelesaian berbagai persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
"Permasalahan besar di Kota Bandung ada tiga, yaitu transportasi, sampah, dan banjir. Sekarang Bandung terkesan menjadi kota macet. Hampir tidak ada waktu yang bebas macet, kecuali tengah malam. Selain itu, saat hujan terjadi banjir, sedangkan pada musim kemarau kita harus mewaspadai potensi kebakaran," ujar Tjatja usai menghadiri Sarasehan Pembauran Kebangsaan bertema "Menyongsong 81 Tahun Indonesia Merdeka: Peran Tokoh Masyarakat dalam Mewujudkan Bandung Utama" di Hotel Asrilia Bandung, Rabu 9 Juli 2026.
Ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau. Selain ancaman kebakaran, kondisi pancaroba juga berpotensi memicu meningkatnya berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan gangguan pernapasan lainnya.
Menurut Tjatja, FPK Kota Bandung terus berkomitmen mendukung Pemerintah Kota Bandung dalam menjaga kerukunan, pembauran, persatuan, dan kesatuan masyarakat sebagai modal utama mewujudkan visi Bandung Utama.
"Kami mengajak seluruh warga Kota Bandung untuk bersama-sama mewujudkan Bandung Utama. Bandung harus dibangun oleh masyarakatnya sendiri sehingga benar-benar menjadi kota yang nyaman dan membanggakan bagi warganya," katanya.
Ia berharap seluruh pihak, termasuk media massa, dapat berperan aktif mendukung pembangunan Kota Bandung agar menjadi teladan bagi daerah lain, khususnya dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.
Tjatja juga menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Bandung Utama tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat menjadi kunci utama.
"Pemerintah tidak akan bisa bekerja sendiri. Sebaliknya, masyarakat juga membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengarahkan pembangunan menuju Bandung Utama. Semua harus menjadi satu kesatuan sistem yang utuh dengan visi yang sama," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung, Andri Darusman, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempererat persatuan sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Dalam sarasehan tersebut, Andri membagikan pengalaman pengabdiannya selama lebih dari 30 tahun di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Ia mengaku telah bekerja di bawah kepemimpinan beberapa wali kota, mulai dari Ridwan Kamil, almarhum Oded M. Danial, Yana Mulyana, hingga pemerintahan saat ini.
Andri menegaskan bahwa Kota Bandung merupakan miniatur Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat. Karena itu, keberagaman harus dijadikan sebagai kekuatan untuk memperkuat persatuan, bukan menjadi sumber perpecahan.
"Perbedaan-perbedaan ini harus menjadi kekuatan kita semua. Jangan ada lagi perdebatan yang berujung pada konflik. Justru keberagaman itulah yang membuat Kota Bandung menjadi dinamis dan semarak," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....