Pemkot Bandung Matangkan Festival Asia Afrika dan Angkat Diplomasi Kopi

  • 08 Jul 2026 12:55 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung memastikan seluruh persiapan Festival Asia Afrika 2026 telah memasuki tahap akhir. Berbagai rangkaian kegiatan berskala internasional akan digelar pada akhir pekan ini, mulai dari simposium, jamuan diplomatik, history walk, hingga pawai budaya dan seminar.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan persiapan penyelenggaraan Festival Asia Afrika kini telah memasuki tahap yang sangat rinci. Salah satu agenda utama adalah melanjutkan upaya menjadikan kawasan Jalan Asia Afrika sebagai Warisan Dunia UNESCO.

‎"Persiapan Festival Asia Afrika ini memang sudah sampai ke tahap detail. Pada hari Jumat kita akan melanjutkan simposium sebagai bagian dari persiapan kawasan Jalan Asia Afrika didaftarkan sebagai warisan dunia di UNESCO," ujar Farhan, Rabu 8 Juli 2026.

‎Farhan menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota Bandung tengah menyelesaikan berbagai dokumen yang akan diajukan kepada Kementerian Kebudayaan pada September mendatang. Selanjutnya, kementerian akan meneruskan proses pendaftaran tersebut ke UNESCO.

‎"Prosesnya berjalan terus. Kita sedang menyiapkan berbagai dokumen pendaftaran untuk dibawa ke Kementerian Kebudayaan. Memang proses menuju UNESCO tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat," katanya.


‎Selain agenda kebudayaan, Festival Asia Afrika juga akan menjadi ajang diplomasi melalui kopi khas Bandung. Pada Jumat malam, Pemkot Bandung akan menggelar jamuan makan malam penyambutan yang dihadiri sekitar 25 duta besar dari negara-negara Asia dan Afrika.

‎"Intinya kita akan memperkenalkan diplomasi kopi. Kita akan ngopi bareng dengan 25 duta besar negara-negara Asia Afrika yang kita undang ke Bandung," ucapnya.

‎Rangkaian kegiatan berlanjut pada Sabtu dengan history walk yang dimulai dari Hotel Homann menuju halaman depan Gedung Merdeka. Sebelum pawai dimulai, peserta akan mendengarkan narasi yang disampaikan oleh Farhan Helmi, seorang aktivis advokasi bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia.

‎Menurut Farhan, kehadiran narasi tersebut menjadi simbol semangat inklusivitas yang ingin diusung dalam Festival Asia Afrika tahun ini.

‎Acara kemudian dilanjutkan dengan pawai budaya dan berbagai kegiatan yang akan berlangsung hingga 12 Juli 2026. Pada hari terakhir, masyarakat dapat mengikuti beragam pertunjukan seni, bazar, seminar, serta presentasi khusus dari Duta Besar Palestina untuk Indonesia.

‎Farhan menambahkan, promosi kopi tidak hanya menampilkan produk dari Kota Bandung, tetapi juga melibatkan kopi dari seluruh wilayah Bandung Raya.

‎"Yang pasti andalan kita mah Aroma. Aroma sudah pasti," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....