Farhan Minta BPBD Kota Bandung Tetap Siaga Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem
- 07 Jul 2026 12:54 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tidak mengendurkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Farhan menegaskan, meskipun saat ini Kota Bandung berada pada periode kemarau, potensi hujan dengan intensitas tinggi tetap perlu diantisipasi. Menurutnya, perubahan cuaca yang sulit diprediksi akibat anomali iklim dapat memicu banjir maupun bencana lainnya jika tidak diantisipasi sejak dini.
"BPBD ini ada dua hal yang mesti diperhatikan. Pertama adalah antisipasi cuaca ekstrem," ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Selasa 7 Juli 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan kajian yang diterima Pemerintah Kota Bandung, peluang terjadinya hujan ekstrem di Kota Bandung memang relatif kecil, yakni sekitar enam persen. Namun, apabila kondisi tersebut benar-benar terjadi, dampaknya diperkirakan dapat sangat besar, terutama di kawasan yang selama ini memiliki kerawanan banjir.
Farhan mencontohkan kejadian banjir di Surabaya beberapa waktu lalu sebagai pembelajaran bagi seluruh daerah. Saat itu, hujan deras yang berlangsung selama sekitar empat jam tanpa henti menyebabkan genangan di berbagai wilayah dan memperparah kondisi akibat naiknya air rob.
"Apa yang terjadi di Surabaya beberapa minggu lalu menjadi pembelajaran. Hujan tidak berhenti selama empat jam membuat air rob naik. Di Bandung hal seperti itu juga bisa terjadi. Walaupun kemungkinannya hanya enam persen, kalau sampai itu terjadi banjirnya bisa sangat dahsyat," katanya.
Karena itu, Farhan meminta BPBD terus memperbarui peta risiko kebencanaan, memastikan kesiapan personel, kendaraan operasional, serta peralatan pendukung penanggulangan bencana. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dengan seluruh perangkat daerah agar penanganan kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu.
Selain fokus pada mitigasi cuaca ekstrem, Farhan juga menyoroti pentingnya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan masyarakat merupakan faktor penting untuk mengurangi risiko korban maupun kerugian ketika terjadi keadaan darurat.
Untuk itu, ia menginstruksikan BPBD Kota Bandung agar memperluas pelaksanaan pelatihan tanggap darurat di seluruh kecamatan. Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan aparatur kewilayahan, relawan, hingga masyarakat dalam melakukan langkah-langkah penyelamatan secara mandiri sebelum bantuan datang.
"Berikutnya adalah melakukan pelatihan-pelatihan emergency di setiap kecamatan. Itu penting sekali," tegasnya.
Farhan berharap berbagai upaya mitigasi yang dilakukan sejak dini mampu memperkuat ketahanan Kota Bandung dalam menghadapi ancaman bencana, baik yang dipicu oleh cuaca ekstrem maupun faktor lainnya. Menurutnya, kesiapsiagaan harus menjadi budaya yang terus dibangun di seluruh lapisan masyarakat.
Ia pun mengimbau warga agar tetap waspada meski sedang memasuki musim kemarau, serta selalu mengikuti informasi resmi mengenai prakiraan cuaca dan potensi kebencanaan dari instansi terkait.
"Kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar risiko bencana dapat ditekan semaksimal mungkin," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....