Cimahi Siapkan Strategi Hadapi Biaya Pengangkutan Sampah ke Legoknangka

  • 07 Jul 2026 12:52 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Ancaman penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Sarimukti membuat Pemerintah Kota Cimahi mulai menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Salah satu tantangan terbesar yang diprediksi muncul adalah meningkatnya biaya pengangkutan sampah menuju Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legoknangka yang direncanakan mulai beroperasi pada 2029.

Perpindahan lokasi pembuangan sampah tersebut diperkirakan akan menambah beban anggaran daerah, terutama untuk biaya operasional armada pengangkut. Jarak tempuh yang lebih jauh dinilai menjadi faktor utama meningkatnya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).

Kepala UPTD Pelayanan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Komme Edcadian Siringoringo, mengatakan Kota Cimahi telah berkomitmen mengirimkan 150 hingga 250 ton sampah setiap hari ke TPPAS Regional Legoknangka. Komitmen itu mengacu pada Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengelolaan sampah regional yang telah disepakati bersama pemerintah daerah di Jawa Barat.

"Komitmen Kota Cimahi dalam PKS adalah mengirimkan sampah sebanyak 150 hingga 250 ton per hari ke TPPAS Regional Legoknangka." ujar Komme, Senin 6 Juli 2026.

PKS tersebut ditandatangani pada 27 Oktober 2021 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Garut. Kesepakatan itu menjadi dasar penyelenggaraan layanan pengelolaan sampah secara regional.

Dalam skema kerja sama tersebut, biaya pelayanan pengelolaan sampah ditetapkan sebesar Rp386 ribu per ton. Pembiayaan itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten dan kota yang tergabung dalam kerja sama.

Meski demikian, Komme menilai tantangan terbesar bukan berada pada biaya layanan pengolahan sampah, melainkan pada distribusi menuju Legoknangka. Lokasi TPPAS yang lebih jauh dibandingkan TPA Sarimukti dipastikan meningkatkan biaya operasional armada.

"Tantangan terbesar berada pada biaya transportasi karena jarak menuju Legoknangka sekitar 56 kilometer atau 112 kilometer pulang-pergi." ucapnya.

Menurutnya, kebutuhan BBM armada pengangkut sampah diperkirakan meningkat hingga sekitar 60 persen dibandingkan saat pengiriman ke TPA Sarimukti. Selama ini, jarak menuju Sarimukti hanya sekitar 35 kilometer atau 70 kilometer untuk perjalanan pulang-pergi.

"Kalau ke Legoknangka kebutuhan BBM tentu akan lebih besar dibandingkan saat membuang sampah ke TPA Sarimukti karena jaraknya lebih jauh." katanya.

Pemkot Cimahi pun mulai menyusun berbagai strategi agar peningkatan biaya operasional tidak mengganggu pelayanan persampahan kepada masyarakat. Langkah efisiensi dan penguatan pengolahan sampah dari sumber menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan sistem pengelolaan sampah regional tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....