Hotel Savoy Homann Siap Sambut Delegasi Asia Africa Festival 2026

  • 03 Jul 2026 19:32 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Menjelang pelaksanaan Asia Africa Festival (AAF) 2026 pada 11 Juli mendatang, Hotel Savoy Homann kembali mengambil peran penting dalam mendukung rangkaian kegiatan yang mengusung semangat bersejarah Konferensi Asia Afrika (KAA). Hotel yang menjadi salah satu ikon Kota Bandung ini telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk menyambut para delegasi dari berbagai negara.

‎Director of Sales Hotel Savoy Homann, Sonya Desti Maulana, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung untuk mendukung kelancaran pelaksanaan festival tersebut.

‎"Hotel Savoy Homann bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung dalam mendukung penyelenggaraan Asia Africa Festival. Para delegasi nantinya akan melaksanakan coffee morning dan briefing di Set Walk Resto sebelum melakukan historical walk," ujar Sonya, jumat 3 Juli 2026.

‎Usai mengikuti kegiatan historical walk, para delegasi dijadwalkan mengikuti karnaval Asia Africa Festival, kemudian kembali ke Hotel Savoy Homann untuk menghadiri jamuan makan siang yang digelar di ballroom hotel.



‎Selain menjadi lokasi sejumlah agenda resmi, Savoy Homann juga menyediakan akomodasi bagi tamu undangan dan delegasi internasional. Hingga saat ini, lebih dari 11 kamar telah dipesan untuk mendukung penyelenggaraan acara tersebut.

‎"Kami membantu dan mendukung kebutuhan Pemerintah Kota Bandung, termasuk penyediaan kamar bagi para delegasi. Saat ini sudah lebih dari 11 kamar yang dipesan," katanya.

‎Sebagai bangunan bersejarah yang menjadi saksi penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika tahun 1955, Hotel Savoy Homann memiliki nilai historis yang sangat kuat. Pada masa itu, hotel ini menjadi tempat menginap para kepala negara dan delegasi dari negara-negara Asia dan Afrika yang menghadiri konferensi bersejarah tersebut.

‎Untuk mempertahankan nilai sejarahnya, Hotel Savoy Homann memiliki tujuh ikon yang menjadi daya tarik wisata sejarah. Di antaranya tulisan "Mox Salvus Redeas" yang berarti selamat datang kembali, mural sejarah, koleksi memorabilia, mobil antik yang pernah digunakan mengantar para delegasi KAA, Kamar Soekarno, Dasa Sila Bandung, hingga Golden Book yang berisi tanda tangan dan jejak tokoh-tokoh penting dunia yang pernah menginap di hotel tersebut.

‎"Di antaranya ada ucapan 'Mox Salvus Redeas' yang bermakna selamat datang kembali, kemudian mural sejarah, memorabilia, mobil antik yang dahulu digunakan mengantar para delegasi, Kamar Soekarno, Dasa Sila Bandung, dan Golden Book yang berisi jejak para tokoh penting dunia yang pernah menginap di sini," katanya.



‎Menurutnya, keberadaan berbagai koleksi bersejarah tersebut menjadikan Savoy Homann bukan hanya sebagai hotel, tetapi juga sebuah museum hidup yang menyimpan memori penting perjalanan diplomasi internasional Indonesia.

‎Hotel Savoy Homann sendiri memiliki sejarah panjang sejak didirikan pada tahun 1871 oleh keluarga Homann asal Jerman. Bangunan tersebut kemudian mengalami renovasi besar pada periode 1936–1939 di bawah pimpinan Mr. J.A. Van Es dengan rancangan arsitek Belanda, Albert Frederick Aalbers, yang mengusung gaya Streamline Deco.

‎Sejak selesai direnovasi pada 1939, hotel ini resmi menggunakan nama Savoy Homann. Desain bergaya Art Deco dengan bentuk menyerupai gelombang menjadikan bangunan ini sebagai salah satu ikon arsitektur paling terkenal di Indonesia dan dikenal memiliki standar desain internasional pada masanya.

‎Perjalanan kepemilikan hotel juga mengalami beberapa perubahan. Pada 1988, saham hotel diambil alih oleh PT Panghegar milik almarhum H.E.K. Ruhiyat dan setahun kemudian dibuka kembali sebagai Savoy Homann Panghegar Heritage Hotel. Selanjutnya, pada tahun 2000, kepemilikan beralih ke Bidakara dengan nama Hotel Savoy Homann Duaribu. Kini, pengelolaan hotel berada di bawah Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia (YKKBI) dan tetap dikenal sebagai Hotel Savoy Homann.

‎Menjelang pelaksanaan Asia Africa Festival 2026, Sonya berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung sukses dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi para delegasi maupun masyarakat Kota Bandung.

‎"Harapan kami, Asia Africa Festival 2026 berjalan lancar, sukses, dan semoga tidak hujan karena sebagian besar kegiatan dilaksanakan di jalan. Semoga masyarakat Bandung bisa menikmati konsep acara yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Bandung," tandasnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....