Hadapi Kemarau,DKPP Kota Bandung Siapkan Pompa Air dan Benih Tahan Kekeringan
- 25 Jun 2026 14:40 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung meningkatkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah pertanian. Upaya ini dilakukan guna menjaga produktivitas lahan pertanian serta meminimalkan risiko gagal panen akibat berkurangnya ketersediaan air.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengatakan pemerintah telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah kawasan yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau. Berdasarkan hasil identifikasi, wilayah pertanian di kawasan timur Kota Bandung menjadi daerah yang paling rentan terdampak apabila musim kemarau berlangsung dalam waktu yang cukup panjang.
“Kalau melihat sebaran pertanian sawah, banyak berada di wilayah timur seperti Gedebage, Cibiru, Ujungberung, Buahbatu, Mandalajati dan sekitarnya. Itu menjadi titik-titik yang rawan mengalami kekeringan,” ujar Gin Gin di Jalan Arjuna, Kota Bandung, Kamis 25 Juni 2026.
Menurutnya, tanda-tanda berkurangnya pasokan air sudah mulai dirasakan oleh para petani. Salah satunya terjadi di wilayah Rancasari, di mana sejumlah petani mengeluhkan menurunnya debit air yang selama ini menjadi sumber pengairan lahan pertanian mereka.
“Petani di Rancasari sudah mulai merasakan air berkurang dan memerlukan bantuan pompa untuk menarik air dari sumber air permukaan,” katanya.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, DKPP tidak hanya melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan, tetapi juga memberikan edukasi kepada petani terkait teknik budidaya yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim. Edukasi tersebut mencakup pengelolaan air yang lebih efisien, pola tanam yang sesuai dengan kondisi cuaca, hingga penggunaan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah teknis seperti perbaikan akses irigasi sederhana, pembangunan sumur dangkal atau sumur pantek, serta penyediaan benih unggul yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap kondisi minim air dan masa panen yang relatif lebih cepat.
DKPP juga mewaspadai potensi meningkatnya serangan hama dan penyakit tanaman yang kerap muncul saat musim kemarau panjang. Menurut Gin Gin, ancaman terhadap sektor pertanian tidak hanya berasal dari kekurangan air, tetapi juga dari meningkatnya organisme pengganggu tanaman yang dapat menurunkan hasil panen.
“Kami juga mengantisipasi serangan hama dan penyakit yang biasanya muncul saat musim kemarau panjang. Karena ancaman bagi petani bukan hanya kekurangan air, tetapi juga meningkatnya gangguan organisme pengganggu tanaman,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan langsung kepada petani, DKPP Kota Bandung saat ini telah menyiapkan sekitar 30 unit pompa air yang disebarkan kepada kelompok tani serta Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara gratis oleh petani yang membutuhkan, dengan biaya operasional seperti bahan bakar ditanggung oleh pengguna.
“Peralatan kami siapkan gratis. Petani hanya menanggung biaya operasional. Namun kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan tambahan bantuan pompa karena kebutuhan di lapangan cukup besar,” ucapnya.
Gin Gin menambahkan, karakteristik pertanian di Kota Bandung memiliki tantangan tersendiri karena sebagian besar lahan pertanian masih mengandalkan sistem tadah hujan dan belum didukung jaringan irigasi teknis primer seperti yang dimiliki daerah sentra produksi pangan lainnya.
Kondisi tersebut membuat persoalan ketersediaan air menjadi tantangan yang selalu dihadapi para petani, bahkan pada musim normal sekalipun. Karena itu, berbagai langkah mitigasi perlu dilakukan sejak dini agar aktivitas pertanian tetap berjalan optimal selama musim kemarau.
“Kota Bandung memang tidak memiliki irigasi teknis seperti daerah pertanian besar lainnya. Karena itu persoalan air menjadi tantangan sehari-hari bagi petani. Saat kemarau datang, upaya yang harus dilakukan tentu lebih besar lagi,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....