Tindakan Menerobos Palang Pintu Lintasan Kereta Beresiko Kecelakaan
- 25 Jun 2026 14:56 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat melintas di perlintasan sebidang, terutama pada masa liburan sekolah ketika mobilitas keluarga cenderung meningkat. KAI mengajak pengguna jalan membangun kebiasaan selamat yaitu berhenti sejenak, tengok kanan-kiri, dengarkan sekitar, patuhi isyarat, lalu melintas setelah benar-benar aman.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, KAI terus menjalankan penanganan fisik di perlintasan sebidang melalui penutupan dan penyempitan titik rawan bersama pemangku kepentingan terkait. Hingga 22 Juni 2026 pukul 16.00 WIB, dari program 177 titik, realisasi penutupan dan penyempitan mencapai 226 penanganan atau 128 persen. Rinciannya meliputi 136 penutupan perlintasan liar, 29 penutupan perlintasan terdaftar, 43 penyempitan perlintasan liar, dan 18 penyempitan perlintasan terdaftar.
"Dari sisi edukasi, sepanjang Januari–Mei 2026 KAI telah melaksanakan 1.036 sosialisasi keselamatan, 167 kegiatan awareness keselamatan di sekolah, tempat ibadah, dan masyarakat, pemasangan 308 media imbauan keselamatan berupa spanduk atau banner, 44 kegiatan TJSL, 24 penertiban bangunan liar, serta 4 pembuatan palang pintu perlintasan. Edukasi ini diarahkan agar budaya berhenti dan memeriksa kondisi sekitar menjadi kebiasaan harian, terutama bagi anak-anak dan remaja yang sedang menikmati masa liburan sekolah," ujar Anne kepada RRI, Kamis 25 Juni 2026.
Anne menambahkan, kewaspadaan juga berlaku di luar perlintasan sebidang. Hingga 22 Juni 2026, KAI mencatat 260 kejadian temperan atau tertabrak kereta api di jalur non perlintasan, terdiri dari 242 kejadian terhadap orang atau 93 persen dan 18 kejadian terhadap kendaraan atau 7 persen. Pada kejadian temperan terhadap orang, terdapat 253 korban, terdiri dari 188 meninggal dunia, 46 luka berat, dan 19 luka ringan. Pada kejadian temperan kendaraan di jalur, terdapat 4 korban, terdiri dari 1 meninggal dunia dan 3 luka ringan.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak berjalan, bermain, berfoto, memarkir kendaraan, meletakkan barang, atau beraktivitas di jalur kereta api. Jalur kereta api adalah area operasi yang harus steril. Keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan warga sama-sama bergantung pada kepatuhan kita,” ujar Anne.
KAI mengajak pemerintah daerah, aparat kewilayahan, kepolisian, dinas perhubungan, sekolah, komunitas, dan keluarga untuk memperkuat pesan keselamatan di perlintasan sebidang. Orang tua juga diimbau memberi contoh kepada anak-anak dengan berhenti di jarak aman dan menunggu sampai kondisi benar-benar aman sebelum melintas.
“Kebiasaan menerobos harus kita tinggalkan. Budaya selamat dimulai dari keputusan sederhana yaitu berhenti, tengok kanan, tengok kiri, dengarkan sekitar, lalu melintas setelah aman. Liburan sekolah seharusnya menjadi perjalanan yang menyenangkan dan pulang dengan selamat,” tutup Anne.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....