Komisi VII DPR RI Apresiasi Ketahanan Usaha Air Minum Al Masoem
- 25 Jun 2026 14:43 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID; Bandung - Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mengapresiasi kemampuan perusahaan air minum Al Ma’soem dalam mempertahankan usahanya di tengah ketatnya persaingan industri air minum dalam kemasan nasional. Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Al Masoem di Cileunyi, Kabupaten Bandung, Kamis 25 Juni 2026.
Menurut Bambang, keberlangsungan usaha Al Masoem selama bertahun-tahun tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat yang berhasil dibangun oleh perusahaan. Bahkan ia mengaku kagum Al Masoem yang notabene bukan perusahaan air minum ‘raksasa’ mampu bersaing dan bertahan lama di pasaran.
“Intinya kepercayaan publik yang sudah dibentuk oleh Al Ma’soem. Mereka sudah menginformasikan produk-produknya dengan baik kepada masyarakat sehingga bisa bertahan cukup lama dan bersaing dengan produk-produk air minum besar,” kata Bambang, Kamis 25 Juni 2026.
Ia menilai keberadaan komunitas yang menjadi bagian dari ekosistem perusahaan juga turut mendukung perkembangan usaha tersebut. Kondisi itu membuat Al Masoem mampu bersaing dengan berbagai merek besar di industri air minum dalam kemasan.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi VII DPR RI juga mendalami berbagai upaya yang dilakukan perusahaan untuk menjaga mutu produknya. Bambang menyebut pihak manajemen telah menjelaskan pemenuhan berbagai standar dan sertifikasi yang dipersyaratkan pemerintah.
“Mereka sudah menjelaskan terkait pemenuhan standar, mulai dari BPOM, SNI, dan persyaratan lainnya yang sudah dijalankan,” ujarnya.
Selain meninjau proses produksi, Komisi VII DPR RI juga membahas kesiapan pelaku industri menghadapi penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang akan diberlakukan secara lebih luas. Menurut Bambang, pemerintah telah menyediakan skema sertifikasi yang dapat diakses oleh pelaku usaha berskala kecil dan menengah.
Ia menegaskan, Badan Standardisasi Nasional (BSN) memiliki peran penting dalam melakukan pendampingan agar seluruh pelaku usaha dapat memenuhi ketentuan yang berlaku.
“SNI untuk UMKM sebenarnya tidak memerlukan biaya yang mahal. Tugas BSN adalah mengejar dan mendorong agar semua pelaku usaha bisa memenuhi persyaratan SNI,” katanya.
Bambang berharap semakin banyak industri air minum dalam kemasan, termasuk yang berbasis komunitas dan lembaga pendidikan seperti Al Masoem mampu berkembang dan meningkatkan daya saing melalui pemenuhan standar kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....